KUNINGAN – Seminar Bulan Bahasa Internasional 2025 akan digelar pada 27 Oktober 2025 dengan mengangkat tema “Mengajar dan Meneliti Bahasa Indonesia di Mancanegara”.
Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi bagi para pemangku kepentingan untuk memaksimalkan potensi Bahasa Indonesia yang kini semakin diakui di dunia internasional.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Mendalami Pengalaman Global dari Vietnam
Seminar ini secara khusus menghadirkan dua narasumber internasional dari Vietnam. Mereka adalah Tôn Thị Thùy Trang dari University of Social Sciences and Humanities (USSH) dan Huỳnh Hoàng Vân Anh dari Phuong Nam Education.
Para narasumber akan berbagi pengalaman tentang dinamika pengajaran dan penelitian Bahasa Indonesia di Vietnam. Melalui paparan mereka, peserta diharapkan dapat memahami bagaimana pelajar asing melihat bahasa Indonesia tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai gerbang untuk memahami kebudayaan dan nilai-nilai bangsa.
Tantangan BIPA dan Visi Bahasa Dunia
Bahasa Indonesia, yang merupakan jantung kebudayaan bangsa dan simbol identitas nasional, kini telah diajarkan di lebih dari 50 negara dan diminati oleh ribuan pelajar asing setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi bahasa komunikasi dan ilmu pengetahuan internasional.


Seminar ini akan mengajak peserta menelusuri tantangan dan peluang dalam internasionalisasi bahasa, khususnya terkait pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), yang memerlukan pendekatan adaptif dan inovatif.
Di sisi lain, penelitian tentang Bahasa Indonesia di luar negeri membuka cakrawala baru mengenai persebaran budaya dan diplomasi pendidikan yang berkelanjutan.
Panggilan Kolaborasi
Penyelenggara berharap seminar ini menjadi “laboratorium gagasan” untuk merancang masa depan Bahasa Indonesia di tingkat dunia. Potensi Bahasa Indonesia untuk berkembang hanya akan terwujud bila seluruh pihak bersinergi:
– Pemerintah melalui kebijakan kebahasaan yang visioner.
– Lembaga pendidikan melalui inovasi pembelajaran.
– Masyarakat melalui kebanggaan dan kecintaan terhadap bahasa sendiri.
Masyarakat umum, guru, dosen, peneliti, dan pemerhati bahasa diundang untuk bergabung dalam Seminar Bulan Bahasa Internasional 2025 ini sebagai langkah konkret memperluas pengaruh Bahasa Indonesia di kancah global. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui Instagram @himapbsi\_uniku. (Nars)

























