Ekonomi Bisnis Kuningan Pemerintahan Pertanian

Tingkatkan Taraf Ekonomi Desa, Wabup Kuningan Dorong Inovasi Olahan Buah Kesemek di Gunung Sirah

KUNINGAN — Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, menyoroti besarnya potensi komoditas buah kesemek di Desa Gunung Sirah. Melalui sentuhan inovasi dan edukasi pengolahan yang tepat, komoditas lokal yang kerap dijuluki masyarakat setempat sebagai “buah geulis” atau “buah ganjen” ini diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang menjanjikan bagi warga.

Berdasarkan tinjauan di lapangan, Desa Gunung Sirah merupakan salah satu sentra penghasil kesemek yang sangat produktif di Kabupaten Kuningan. Meskipun masa panen hanya berlangsung satu kali dalam setahun, tingkat produksinya terbilang fantastis, yakni mencapai angka 700 hingga 1.000 ton per tahun.Selama ini, pasca-panen kesemek umumnya dikelola secara tradisional.

Buah yang telah dikumpulkan dan dikemas dalam peti akan melalui proses perendaman menggunakan air kapur selama tiga hingga empat hari sebelum akhirnya didistribusikan ke pasaran.

Namun, Wabup Tuti melihat adanya peluang hilirisasi produk yang jauh lebih bernilai.”Selama ini mungkin kurang begitu kita perhatikan, padahal buah kesemek ini sangat dicari. Tadi saya mencoba hasil olahan kesemek tanpa proses perendaman terlebih dahulu. Walau masih ada cita rasa asam di ujungnya, namun khasiatnya sangat luar biasa, terutama sebagai sumber antioksidan yang baik bagi kesehatan,” ungkap Tuti Andriani saat meninjau langsung sentra kesemek di Desa Gunung Sirah, belum lama ini.

Guna memaksimalkan potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan turut menggandeng akademisi sekaligus pakar, Prof. Muhammad Sujana. Kehadiran Prof. Sujana difokuskan untuk memberikan edukasi langsung kepada para petani dan masyarakat terkait metode pengolahan kesemek yang inovatif dan bernilai jual tinggi.

Sensasi Bersantap Romantis di Bawah Gemerlap “City Light”, The Icon Kuningan Rilis Paket “Love in the Sky Dining”

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan produk kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas, tetapi juga memutus rantai distribusi yang selama ini dinilai kurang menguntungkan petani lokal.

“Insya Allah, dengan adanya pendampingan ini, taraf ekonomi masyarakat Desa Gunung Sirah akan semakin meningkat. Harapannya ke depan, hasil panen warga sudah ada yang menampung langsung di sini, sehingga petani tidak perlu repot memasarkan terlalu jauh. Tugas kita sekarang adalah terus berjuang dan meningkatkan kualitas serta kuantitas hasilnya,” paparnya. (Nars)

× Advertisement
× Advertisement