KUNINGAN – Mencari lokasi healing untuk melepas penat dari rutinitas kini tak perlu jauh-jauh. Di kawasan Kuningan, terdapat sebuah destinasi yang menawarkan perpaduan sempurna antara kuliner autentik khas Sunda, suasana pedesaan yang syahdu, dan lanskap alam yang memanjakan mata.
Tempat tersebut adalah Saung Buhun Sudimampir yang berlokasi di area wisata Sawah Lope Desa Cikaso Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan. Buka setiap hari mulai pukul 16.00 hingga pukul 22.00 WIB.
Menghadirkan konsep tradisional yang kental, tempat ini kini menjadi incaran para warga untuk menghabiskan waktu sore hari atau yang populer dengan istilah nyore.


Pengelola Saung Buhun Sudimampir, Kang Nono Darsono, menuturkan bahwa tempatnya memang sengaja dikonsep untuk mempertahankan keunikan budaya lokal sekaligus memberikan ruang tenang bagi para pengunjung.
“Kami ingin menyajikan pengalaman healing yang murni dan mumpuni. Kapan lagi pengunjung bisa ngopi dengan sentuhan budaya sekental ini? Di sini, rasa lelah itu bisa langsung hilang begitu menikmati suasana,” ungkap Kang Nono saat diwawancarai.
- Tunjangan DPRD Kuningan Dipangkas demi Efisiensi Anggaran, Sekwan: Tidak Ada Ruang Gelap
- Segini Besaran Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD Kuningan Berdasarkan Kajian KJPP
- Buka Bukaan Tunjangan DPRD Kuningan, Sekwan Dorong Transparansi di Tengah Tuntutan Efisiensi Fiskal Daerah
- Ujang Kosasih “Bintang Lima” Pimpin PKB Kuningan Lagi, Sekjen Baru Aras Rasdi Usia 35 Tahun
- Sekda Kuningan Tegur Tegas Camat: Jangan “Cadel” Awasi SPPG MBG
Berbeda dengan kedai kopi bernuansa modern pada umumnya, Saung Buhun Sudimampir menjadikan kuliner tradisional sebagai primadona. Pengunjung yang datang akan disuguhi segelas bajigur hangat dan aneka kukuluban (camilan rebusan tradisional) sebagai teman bersantai.
Kenikmatan kuliner tersebut terasa semakin istimewa karena pengunjung dapat menikmatinya tepat di tengah hamparan sawah hijau yang sejuk. Jika cuaca cerah latar belakang kemegahan Gunung Ciremai di sore hari bisa terlihat indah. Kombinasi visual dan rasa inilah yang kerap membuat pengunjung merasa betah dan enggan beranjak.
“Banyak pengunjung yang bilang kalau suasana di sini bikin mager (malas gerak) karena saking nyamannya. Spot ngopi dan bersantai yang kami hadirkan memang terasa sangat beda,” tambah Kang Nono.
Selain menjadi tempat beristirahat, tata letak saung dan panorama alam di sekitarnya juga dinilai sangat estetik, menjadikannya lokasi favorit untuk berswafoto maupun membuat konten di media sosial.
Suasana tradisional yang dipertahankan dan keramahan alam yang ditawarkan, Saung Buhun Sudimampir kini jadi pesona kuliner berbalut budaya yang tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Destinasi ini menjadi rekomendasi utama bagi siapa saja yang ingin mengagendakan liburan singkat atau sekadar menepi sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan. (Nars)














