KUNINGAN – Momentum Hari Raya Idul Adha kembali menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi dan berbagi dengan sesama. Hal ini diwujudkan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M., yang menyelenggarakan ibadah kurban di sejumlah wilayah di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat 13.
Penyaluran hewan kurban ini didistribusikan secara merata kepada masyarakat daerah pemilihannya, yakni Kabupaten Kuningan, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, dan Kota Banjar.
- Revisi RTRW Kuningan Buka Peluang Wisata Lereng Ciremai, Pemkab Kuningan Beri Batasan Ini
- Jawab Keluhan Warga, Bupati Kuningan Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Sudah Masuk Lelang
- Antisipasi Musim Kemarau, PAM Tirta Kamuning Siagakan Bantuan Air Bersih untuk Warga Kuningan
- Tragis! Hilang Empat Hari, Lansia di Wilanagara Ditemukan Meninggal Terapung di Sungai
- Kasus Menantu Bacok Mertua di Kuningan: Pelaku Bawa Golok ‘SWAT’, Ditangkap Kurang dari 24 Jam!
Khusus untuk di wilayah Kabupaten Kuningan, pelaksanaan penyembelihan dan pendistribusian daging kurban digelar selama dua hari berturut-turut, yakni pada Rabu dan Kamis (27-28 Mei 2026).
“Untuk di Kuningan, kegiatan kurban kami laksanakan di dua lokasi utama, yaitu di Dusun Mulyaasih, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, dan di Sekretariat DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan,” ungkap Hj. Tina Wiryawati saat diwawancarai.
Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, legislator perempuan dari Partai Gerindra ini menegaskan bahwa ibadah kurban memiliki esensi spiritual yang sangat mendalam. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga di Dapil Jabar 13, untuk menjadikan momen ini sebagai wadah refleksi diri.
“Pelaksanaan ibadah kurban ini utamanya adalah untuk mencari keberkahan bersama. Kita ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, terutama mereka yang memang sangat membutuhkan uluran tangan kita di momen perayaan ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, Tina berharap agar masyarakat luas dapat memaknai sejarah berkurban tidak hanya sebagai ritual penyembelihan hewan, tetapi sebagai simbol penyerahan diri secara total kepada Sang Pencipta.
“Sambil berbagi, kita juga harus senantiasa mengambil hikmah besar dari sejarah Idul Kurban. Kita meneladani ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan luar biasa yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim A.S. dan putranya, Nabi Ismail A.S., kepada Allah SWT. Keteladanan ketaatan itulah yang harus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Tina.
Dengan tersebarnya pelaksanaan kurban diharapkan bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata serta membawa kebahagiaan bagi masyarakat di tengah nuansa Idul Adha tahun ini. (Nars)














