Kuningan

Revisi RTRW Kuningan Buka Peluang Wisata Lereng Ciremai, Pemkab Kuningan Beri Batasan Ini

banner 468x60

KUNINGAN – Wacana pengembangan wisata di lereng Ciremai kembali mencuat. Terkait hal ini, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak menutup diri terhadap potensi investasi kepariwisataan, namun menetapkan kelestarian bentang alam sebagai syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Bupati Dian menegaskan bahwa pengembangan kawasan wisata baru harus mengadopsi konsep green tourism atau pariwisata ramah lingkungan. Ia mewanti-wanti seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar ekstra cermat dalam mengkaji potensi wisata agar tidak mengorbankan ekosistem alam.

banner 336x280

“Ini perlu kehati-hatian. Saya selalu sampaikan, wisata itu jangan dianalogikan dengan merusak alam. Kepariwisataan, pemberdayaan masyarakat, dan kelestarian itu harus berjalan seiring serta harmonis,” ujar Dian Rachmat Yanuar saat dikonfirmasi Senin (13/7/2026).

Lebih lanjut, Dian menyadari bahwa sektor pariwisata merupakan urat nadi atau core perekonomian Kabupaten Kuningan. Oleh karena itu, langkah menutup diri sepenuhnya dari pengembangan pariwisata bukanlah solusi yang bijak. Solusi jalan tengahnya adalah menyelaraskan pembangunan dengan konservasi.

“Kuningan itu core-nya pariwisata. Kalau kita terlalu menutup diri juga tidak bisa. Sepanjang kelestarian alam itu bisa diharmoniskan dengan pariwisata, kenapa tidak? Konsep green tourism adalah jawabannya,” paparnya.

Jawab Keluhan Warga, Bupati Kuningan Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Sudah Masuk Lelang

Daya jual utama Kabupaten Kuningan selama ini bertumpu pada keasrian bentang alam dan hawa pegunungannya yang sejuk. Bupati berkomitmen penuh untuk mempertahankan aset ekologis tersebut dari eksploitasi yang merugikan.

Ketegasan ini, menurut Dian, tidak hanya berlaku bagi sektor pariwisata, melainkan juga sektor industri yang berniat masuk ke Kuningan. Pemkab akan melakukan seleksi ketat untuk memastikan tidak ada industri yang merusak tatanan lingkungan hidup.

“Hari ini Kuningan punya nilai jual di bentang alamnya dan hawa yang sejuk, saya ingin ini tetap dipertahankan. Apapun akan kita lakukan untuk itu. Begitu juga untuk industri, kita tidak akan menerima industri sembarangan,” tegasnya. (Nars)

banner 336x280
× Advertisement
× Advertisement