YOGYAKARTA — Perjuangan ekstra keras skuad PESIK Kuningan di partai puncak Final Liga 4 Nasional harus berakhir dramatis. Pasukan Laskar Kuda Ciremai terpaksa puas membawa pulang gelar runner-up setelah takluk dengan skor tipis 0-1 dari Pasuruan United dalam laga sengit yang digelar di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu (11/7/2026) sore WIB.
Setelah bermain alot dan imbang tanpa gol di paruh pertama, jalannya babak kedua berlangsung jauh lebih terbuka dan agresif. Kedua kesebelasan langsung tancap gas, saling jual beli serangan dengan memperagakan umpan-umpan pendek dan tempo permainan yang cepat.
- Terjerat Pusaran Korupsi Raksasa, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka
- Petaka Menit ke-80 Kubur Mimpi Juara, Laskar Kuda Ciremai Tetap Bikin Bangga Meski Jadi Runner-Up Liga 4
- Final Liga 4 Nasional: Duel Alot di Babak Pertama, PESIK Kuningan dan Pasuruan United Masih Sama Kuat
- Merespons Putusan MK 135, Bawaslu Matangkan Strategi dan Kewenangan Hadapi Pemilu 2029
- Tragis! Belasan Ribu Anak Ayam Mati Terpanggang di Kuningan, Kerugian Capai Setengah Miliar Rupiah
Peluang emas sejatinya sempat didapat kubu PESIK Kuningan pada menit ke-59. Sayangnya, tembakan keras yang dilepaskan masih melambung tipis di atas mistar gawang Pasuruan United yang dikawal oleh Mahendra.
Merespons tekanan tersebut, Pasuruan langsung melakukan penyegaran taktik dengan memasukkan dua pemain sekaligus pada menit ke-60. Langkah ini direspons kubu PESIK dengan menarik keluar Rafi dan memasukkan Moh Raihan di menit ke-66 untuk menjaga keseimbangan lini tengah.
Tensi pertandingan yang semakin tinggi membuat benturan fisik kerap terjadi. Pada menit ke-74, wasit terpaksa mengganjar pemain Pasuruan, Saifullah, dengan kartu kuning usai menjegal penyerang PESIK yang tengah mengejar bola. Namun, eksekusi tendangan bebas yang didapat Laskar Kuda Ciremai masih menyamping dari sasaran.
Di kubu pertahanan sendiri, kiper PESIK, Rio, yang tampil mencolok dengan jersey merah muda, bermain cukup gemilang. Ia sempat melakukan penyelamatan krusial saat mengamankan bola dari kemelut hasil tendangan sudut lawan pada menit ke-78.
Petaka Menit Akhir dari Skema Serangan Balik
Asyik menyerang, petaka bagi skuad kebanggaan warga Kuningan akhirnya datang pada menit ke-80 lewat skema serangan balik cepat (counter attack). Memanfaatkan kelengahan transisi bertahan PESIK dan posisi kiper Rio yang terlanjur maju meninggalkan sarangnya, pemain Pasuruan United, Racksa Kurnia Wijaya, dengan cerdik melepaskan sontekan bola lob ke udara. Bola melaju deras merobek jala gawang tanpa mampu diselamatkan para pemain bertahan PESIK, mengubah papan skor menjadi 1-0.
Tertinggal satu gol, intensitas pertandingan kian memanas. Laga bahkan sempat terhenti sejenak di menit ke-81 akibat pelanggaran keras yang membutuhkan penanganan tim medis.
Di sisa waktu, juru taktik PESIK mencoba peruntungan terakhir dengan memasukkan Mahardiga M untuk menggantikan Deogo Andrian. Usaha menyamakan kedudukan nyaris membuahkan hasil di menit ke-86, namun sontekan penyerang depan PESIK masih mampu ditepis secara heroik oleh penjaga gawang lawan.
Hingga tambahan waktu tiga menit berakhir dan wasit meniup peluit panjang, keunggulan 1-0 untuk Pasuruan United tetap bertahan. Meski gagal merengkuh trofi juara pertama, determinasi dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan skuad PESIK Kuningan hingga partai final ini tetap menjadi sebuah catatan prestasi yang membanggakan. (Nars)















