YOGYAKARTA — Laga pamungkas penentuan kampiun Liga 4 Nasional antara PESIK Kuningan melawan Pasuruan United berlangsung sengit di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, pada Sabtu (11/7/2026). Hingga turun minum, duel penuh gengsi ini masih terkunci dengan skor kacamata 0-0.
Tampil di lapangan hijau, skuad PESIK Kuningan yang berjuluk Laskar Kuda Ciremai tampil percaya diri dengan jersey kebanggaan kuning. Sementara itu, kubu Pasuruan United atau Laskar Santri Mbeling meladeni permainan dengan balutan seragam biru gelap.
- Terjerat Pusaran Korupsi Raksasa, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka
- Petaka Menit ke-80 Kubur Mimpi Juara, Laskar Kuda Ciremai Tetap Bikin Bangga Meski Jadi Runner-Up Liga 4
- Final Liga 4 Nasional: Duel Alot di Babak Pertama, PESIK Kuningan dan Pasuruan United Masih Sama Kuat
- Merespons Putusan MK 135, Bawaslu Matangkan Strategi dan Kewenangan Hadapi Pemilu 2029
- Tragis! Belasan Ribu Anak Ayam Mati Terpanggang di Kuningan, Kerugian Capai Setengah Miliar Rupiah
Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua kesebelasan langsung memperagakan permainan terbuka. Tekanan demi tekanan terus dibangun, namun solidnya barisan pertahanan masing-masing tim membuat serangan selalu kandas sebelum mencapai mulut gawang. Sepanjang 20 menit pertama, kedua kubu tampak masih meraba kelemahan lawan dan kesulitan melakukan penetrasi mematikan ke dalam kotak penalti.
Tingginya gengsi di partai final membuat tempo pertandingan yang awalnya sedang perlahan memanas. Benturan fisik antarpemain tak terhindarkan akibat perebutan bola yang ketat. Puncaknya pada menit ke-30, pengadil lapangan terpaksa merogoh saku dan memberikan kartu kuning kepada penggawa Pasuruan United, Ricko Hardiansyah, usai mengganjal keras pergerakan gelandang PESIK Kuningan.
Memasuki menit ke-35, tensi dan ritme pertandingan melonjak tajam. Laskar Kuda Ciremai mulai mengambil alih kendali permainan dengan mengandalkan skema serangan balik cepat (counter attack). Sayangnya, dominasi penguasaan bola ini belum dibarengi dengan ketajaman penyelesaian akhir (finishing) lini serang mereka.
Peluang emas bagi PESIK Kuningan baru tercipta di penghujung babak pertama, tepatnya pada menit ke-42. Sebuah tusukan tajam dari sektor sayap kiri sempat mengancam pertahanan lawan, namun kesigapan penjaga gawang Pasuruan United berhasil menggagalkan peluang tersebut. Tambahan waktu satu menit tak cukup bagi kedua tim untuk memecah kebuntuan.
Misi Balas Dendam dan Adu Taktik
Bagi PESIK Kuningan, partai final ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan juga panggung misi balas dendam. Pasalnya, armada asuhan pelatih Dian Okta ini pernah menelan pil pahit usai ditundukkan Pasuruan United dengan skor 0-2 pada babak Delapan Besar Liga 4.
Kini, adu cerdik strategi antara Dian Okta di kubu PESIK dan mantan bek tangguh, Bio Paulin, yang menjadi juru taktik Pasuruan United akan kembali diuji pada 45 menit babak kedua. Patut dinanti, siapakah yang akan merengkuh takhta juara Liga 4 Nasional tahun ini. (Nars)















