

KUNINGAN – Kursi nomor satu di Kepolisian Resor Kuningan resmi berganti. Tongkat komando kini dipegang oleh AKBP Bellen Anggara Pratama, seorang perwira menengah dengan rekam jejak panjang di dunia penyidikan, pemberantasan narkotika, hingga keahlian khusus dalam melacak aliran dana kejahatan.
Pria kelahiran Bandar Lampung pada 28 Maret 1985 ini datang ke Kuningan bukan sekadar membawa predikat lulusan Akademi Kepolisian tahun 2006. Sudut paling menarik dari perjalanan kariernya justru terletak pada spesifikasinya sebagai reserse yang mengantongi keahlian penanganan Terrorist Financing and Money Laundering atau tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme.
- Ketua DPRD Kuningan Tuding Eksekutif Sepelekan Revisi RTRW dan Tak Hargai Rakyat
- Kepala Dinas Kompak Absen, Audiensi RTRW Kuningan Dibubarkan: Relawan Lingkungan Ancam Aksi Massa
- Kuningan Simpan Segudang Bakat Sepak Bola Putri, Akademi Persib dan Askab PSSI Kuatkan Sinergi Pembinaan
- Semarakkan Malam Kemerdekaan, Sekretariat DPRD Kuningan Antusias Ikuti Pawai Taptu
- Babinsa Luragung dan Warga Cileuya Kompak Sulap Jalan Gang Lebih Asri
Sebelum berlabuh di kaki Gunung Ciremai, AKBP Bellen malang melintang menempati sejumlah posisi krusial di tiga kepolisian daerah berbeda, yakni Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara.
Ketajamannya sebagai penyidik diuji saat ia memimpin Satuan Reserse Kriminal Polres Ketapang. Kariernya terus menanjak saat ia dipercaya membongkar kejahatan khusus dan peredaran narkotika dengan menjabat sebagai Kasubdit I Ditreskrimsus dan Kasubdit I Ditresnarkoba di Polda Sumatera Utara.
Posisi terakhirnya sebelum ditugaskan ke Kuningan adalah Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polda Sumatera Utara sejak pertengahan Juni 2024. Jabatan ini membuktikan kapabilitasnya dalam urusan manajerial dan organisasi kepolisian di tingkat polda.
Kapasitas AKBP Bellen di lapangan juga diimbangi dengan fondasi akademik yang solid. Selain menuntaskan pendidikan Sespimmen Polri pada 2023, ia telah meraih gelar Magister Hukum dari Universitas Tanjungpura, Pontianak pada 2021.
Hal lain yang membuatnya menonjol dan cukup langka di kalangan perwira menengah adalah kemampuan poliglotnya. Ia diketahui menguasai tiga bahasa sekaligus, yaitu Inggris, Prancis, dan Melayu.
Dengan jam terbang tinggi di ranah investigasi kriminal dan manajemen sumber daya manusia, kepemimpinan AKBP Bellen kini menjadi sorotan publik Kuningan. Kehadirannya menggantikan AKBP Muhammad Ali Akbar—yang kini mendapat promosi sebagai Kapolres Brebes—menandai babak baru penegakan hukum dan strategi pengamanan di Kabupaten Kuningan. (Nars)



