

KUNINGAN — Upaya pemadaman dan pendinginan kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Blok Bubulak Titisara, Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, resmi dinyatakan tuntas pada Senin (24/8/2026) malam.
Operasi penanganan darurat gabungan tersebut berhasil mengendalikan api secara menyeluruh setelah berlangsung intensif selama 13 hari berturut-turut.
- Dua Pekan Melawan Api, BPBD Nyatakan Penanganan Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan Tuntas
- Pamit Melamar Pekerjaan, Perempuan Muda Asal Garawangi Kuningan Dilaporkan Hilang
- Fokus Transparansi dan Kemudahan Jemaah, BM Tour Siap Resmikan Kantor Perwakilan di Kuningan
- Nekat Belok Mendadak, Kecelakaan Beruntun 4 Motor di Kuningan Renggut Satu Korban Jiwa
- Krisis Air Bersih di Karangkancana Kuningan, Kodim Kuningan Serbu Pasok 4.500 Liter
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengonfirmasi bahwa seluruh titik api maupun kepulan asap di area TPSA telah berhasil dipadamkan dan dilokalisasi.
“Memasuki hari ke-13 penanganan dengan metode pemadaman dan pendinginan, seluruh rangkaian operasi pemadaman di TPSA Ciniru telah selesai dilaksanakan hingga pukul 19.30 WIB. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Indra Bayu dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).
Indra menjelaskan, kebakaran awal mulanya terdeteksi pada Rabu (12/8/2026) subuh sekitar pukul 04.00 WIB ketika asap pekat dan kobaran api mulai merembet cepat pada tumpukan sampah. Luas lahan yang terdampak kebakaran di kawasan pengelolaan sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan tersebut mencapai lebih dari 5 hektare.
Guna mempercepat proses penanganan di medan yang menantang, tim gabungan menerapkan teknologi pemantauan udara menggunakan drone thermal.
Teknologi citra termal tersebut dimanfaatkan untuk memetakan sebaran titik panas di bawah permukaan timbunan sampah, sehingga regu pemadam dapat melakukan penyemprotan dan injeksi pendinginan secara presisi.
Operasi pemadaman ini melibatkan kerja sama lintas sektoral yang terdiri dari ratusan personel gabungan, di antaranya BPBD Kabupaten Kuningan, UPT Damkar Kuningan, TNI, POLRI, Yonif TP 839/SA, BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kota Cirebon, DLH, DPUTR, PMI, relawan kebencanaan, serta masyarakat setempat.
Penanganan juga didukung belasan unit armada truk tangki air, alat berat ekskavator, hingga sistem sprinkler tripod.
Meski operasi pemadaman terpadu telah ditutup, Indra menegaskan pihaknya tidak langsung meninggalkan lokasi begitu saja. Tim BPBD bersama petugas terkait tetap menjalankan pemantauan secara berkala di area TPSA.
“Langkah selanjutnya adalah pemantauan dan monitoring berkala untuk memastikan kondisi TPSA Ciniru benar-benar aman, stabil, serta mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api sekecil apa pun,” sebutnya. (Nars)



