

KUNINGAN — Biro perjalanan haji dan umrah PT Baitul Mustajabah (BM Tour) menggelar sosialisasi program keberangkatan ibadah bagi calon jemaah di Ballroom Hotel Grage Kuningan, Senin (24/8/2026). Dalam waktu dekat, BM Tour juga dijadwalkan meresmikan kantor perwakilan resmi di Kabupaten Kuningan guna memperkuat layanan dan pengawasan.
Kepala Perwakilan BM Tour Kabupaten Kuningan, Idit Haditisno, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah awal sebelum peresmian kantor operasional yang rencananya berlokasi di kawasan Ancaran (Perum KCP).
- Fokus Transparansi dan Kemudahan Jemaah, BM Tour Siap Resmikan Kantor Perwakilan di Kuningan
- Nekat Belok Mendadak, Kecelakaan Beruntun 4 Motor di Kuningan Renggut Satu Korban Jiwa
- Krisis Air Bersih di Karangkancana Kuningan, Kodim Kuningan Serbu Pasok 4.500 Liter
- Pacu Standar Internasional, Universitas Kuningan Gandeng Kampus Malaysia Perkuat Mutu Akademik
- Anggaran Agenda Hari Jadi Kuningan non- APBD, “Tapi Boong” ?
“Kami sudah berkoordinasi dan melakukan sounding ke Kementerian Agama Kabupaten Kuningan. Insyaallah dalam dua pekan ke depan kami meresmikan kantor perwakilan BM Tour di Kuningan,” ujar Idit di hadapan awak media.
Idit mengungkapkan, minat masyarakat Kuningan untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci terbilang tinggi. Hingga kini, tercatat lebih dari 100 jemaah asal Kuningan telah diberangkatkan sejak BM Tour aktif di wilayah tersebut pada awal 2023. Untuk agenda keberangkatan berikutnya, jadwal telah tersusun rapi hingga akhir tahun.
“Insyaallah jadwal keberangkatan sudah teragendakan untuk September satu grup, November tiga grup, dan Desember satu grup,” paparnya.
Menjawab kekhawatiran publik terkait maraknya kasus kegagalan keberangkatan jemaah oleh sejumlah biro perjalanan, BM Tour mengedepankan integrasi sistem berbasis aplikasi digital.
Melalui sistem ini, transparansi pengelolaan dana dan status jadwal keberangkatan dapat dipantau langsung secara real-time oleh jemaah maupun perwakilan pendamping (leader).
Calon jemaah cukup mendaftar awal sebesar Rp500.000 untuk mengaktifkan akun aplikasi, yang sekaligus memuat fasilitas bimbingan manasik daring, materi persiapan ibadah, hingga pemantauan tabungan keberangkatan.
Untuk paket perjalanan standar, BM Tour mematok biaya mulai dari Rp28 juta dengan durasi program 10 hari. Paket ini sudah mencakup fasilitas transit dan menginap gratis di hotel dekat bandara selama satu hari sebelum penerbangan demi menjaga kenyamanan jemaah.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BM Tour Jawa Barat, Yosa Octora, menegaskan komitmen pihaknya dalam menghadirkan layanan yang inklusif dan ramah lansia. Aplikasi BM Tour juga terintegrasi dengan lokapasar (marketplace) kebutuhan perlengkapan umrah serta keterbukaan pilihan maskapai penerbangan, mulai dari maskapai nasional hingga internasional.
“Prinsipnya kami ingin memberikan kemudahan bagi seluruh calon jemaah, termasuk jemaah lansia. Melalui aplikasi, jemaah dapat memilih maskapai serta membeli perlengkapan ibadah secara praktis,” kata Yosa.
Yosa menambahkan, struktur kepengurusan dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat dirancang berlapis guna memastikan pengawasan operasional berjalan ketat dan akuntabel sehingga seluruh jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman. (Nars)



