
KUNINGAN – Kebakaran melanda area Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) yang berlokasi di Jalan Cipari, Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, pada Rabu (21/10/2026) pagi. Insiden tersebut sempat memicu kepanikan sebelum akhirnya berhasil ditangani sepenuhnya oleh petugas pemadam kebakaran.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, membenarkan peristiwa kebakaran di SPBE milik H Rokhmat Ardiyan tersebut.
- Geger Kebakaran di SPBE Cigugur Kuningan, Ini Kronologinya
- DAK Fisik Kuningan Nihil di 2027, Sohibul Imam: Penetapan Anggaran Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat
- Ketimpangan Literasi versus Inklusi Keuangan Picu 40 Aduan Setiap Hari, OJK Cirebon Wanti-Wanti Bahaya Penyalahgunaan KTP
- Sambut HUT ke-62 Partai Golkar, Sejumlah Kader Gelar Ziarah, Ini Daftar Lokasi Makam yang Dikunjungi
- Antisipasi Peredaran Narkoba, Tim Gabungan Sasar Kos-kosan dan Hotel di Kuningan
Andri menjelaskan, peristiwa bermula dari robohnya tumpukan tabung gas kosong di dalam area SPBE. Tumpukan tabung yang jatuh tersebut kemudian menimpa tabung rilis hingga menimbulkan benturan keras.
“Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, timbul benturan keras yang diduga memicu percikan api. Pada saat bersamaan, gas keluar dari tabung rilis tersebut sehingga api dengan cepat membesar,” ungkap Andri.
Upaya awal pemadaman sempat dilakukan oleh pihak SPBE menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta mengaktifkan tuas sistem sprinkler air di dalam gedung. Meski api utama berhasil dijinakkan oleh sistem tanggap darurat internal, potensi bahaya belum sepenuhnya hilang.
Melihat masih adanya potensi api susulan, Kapolsek Cigugur yang berada di lokasi langsung menghubungi Call Center UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan untuk meminta bantuan penanganan intensif dan penyisiran area.
“Laporan masuk ke kami pukul 08.34 WIB dari saksi atas nama Pak Kuswa. Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak 7 personel Piket Regu 1 langsung kami terjunkan ke lokasi pada pukul 08.37 WIB dan tiba di tempat kejadian dalam waktu 10 menit,” jelas Andri.
Setibanya di lokasi pada pukul 08.47 WIB, petugas menemukan kepulan asap pekat dan masih terdapat titik api kecil di bagian struktur atap bangunan. Petugas Damkar segera melakukan pemadaman lanjutan serta proses pendinginan (cooling down) secara menyeluruh guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Proses penanganan dan pendinginan berlangsung sekitar 15 menit. Tepat pukul 09.02 WIB, area SPBE berhasil kita netralisir dan dinyatakan sepenuhnya aman,” tegasnya.
Terkait total kerugian materiel akibat insiden ini, pihak Damkar menyatakan belum dapat menaksir angkanya secara pasti karena masih dalam proses pendataan oleh pihak pengelola dan kepolisian di lapangan. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut. (NARS)
