
KUNINGAN – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Kuningan pada Senin (2/11/2026) sore.
Berdasarkan laporan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, terjangan angin kencang ini berdampak di dua kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Luragung dan Kecamatan Cidahu.
- Hujan Disertai Angin Kencang Hantam Dua Kecamatan di Kuningan, BPBD Lakukan Asesmen Dampak
- 8 Wartawan Balon Ketua Mengemuka Jelang Akhir Masa Jabatan PWI Kuningan, Siapa Saja?
- DPC PPP Kabupaten Kuningan Sikapi Hasil Rakornas dengan Arif, Pastikan Soliditas Kader di Akar Rumput Tetap Terjaga
- Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Gantina Dorong Warga Cirebon Maksimalkan Beasiswa UIN Siber Syekh Nurjati
- Pohon Ikonik di Jalan Siliwangi Kuningan Tercoreng Tumpukan Sampah Liar, Warga Minta Pemda Bertindak
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengungkapkan, pihaknya langsung menerjunkan tim reaksi cepat ke lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan masyarakat pada pukul 16.10 WIB.
“Saat ini ada dua kecamatan, yaitu Luragung dan Cidahu, yang melaporkan beberapa desa terdampak angin kencang,” ujar Indra Bayu saat dikonfirmasi mengenai perkembangan penanganan bencana, Senin (2/11/2026) malam.
Di Kecamatan Luragung, tepatnya di Jalan Raya Luragung – Kuningan Desa Luragungtonggoh, amukan angin kencang pada pukul 15.30 WIB menyebabkan sebuah pohon kenari berukuran diameter 30 sentimeter dengan tinggi 10 meter tumbang.
Material pohon tersebut sempat menutup sebagian akses jalan raya utama penghubung Luragung – Kuningan.Selain pohon tumbang, terjangan angin juga merobohkan spandek kanopi serta merusak sebagian atap ruko warga. Kendati menimbulkan gangguan akses lalu lintas dan kerusakan material, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Untuk penanganan yang sudah dilakukan yaitu pembersihan pohon tumbang di Kecamatan Luragung. Adapun data serta kerusakan akibat bencana tersebut saat ini masih dalam proses pendataan oleh tim di lapangan,” jelas Indra.
Ia menambahkan, setelah penanganan darurat dan pembersihan material di Luragung selesai, tim BPBD langsung bergerak melanjutkan asesmen ke wilayah Kecamatan Cidahu yang juga melaporkan dampak serupa.Hingga laporan kaji cepat diperbarui pada pukul 18.00 WIB, kondisi cuaca di lokasi kejadian terpantau cerah berawan.
Para pemilik ruko dan warga sekitar tampak mulai memperbaiki kerusakan atap secara mandiri.BPBD Kabupaten Kuningan terus mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi seiring memasuki musim penghujan. (NARS)
