KUNINGAN, – U Kusmana, yang resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan pada Kamis (5/11/2025), membagikan kisah inspiratif perjalanan karirnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Siapa sangka, sosok U Kusmana yang kini menduduki jabatan ASN tertinggi di Kuningan, ternyata mengawali karirnya dari level terendah dengan menggunakan ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP), meski saat itu ia telah mengantongi ijazah Sarjana (S1).
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
“Saya, boro-boro bermimpi (jadi Sekda). Saya itu berawal dari apa yang terendah,” ujar U Kusmana kepada wartawan usai dilantik oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar di Pendopo Bupati Kuningan.
Ia yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), menceritakan bahwa saat dirinya melamar PNS, formasi yang tersedia tidak sesuai dengan kualifikasi S1 miliknya.
“Walaupun saya S1 pada saat itu, punya ijazah S1, tapi saya karena pada saat itu formasinya tidak ada, saya mulai kerja menggunakan ijazah dari SMP,” kenangnya.
“Sehingga SMA, S1 itu ijazahnya bukan dilepas, tapi disimpan gitu,” imbuhnya.
Titik balik perjalanan karirnya terjadi pada era kepemimpinan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Saat itu, pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) baru yang memungkinkan adanya penyesuaian ijazah secara nasional.
“Tapi dengan ridho Allah, karena pada saat itu ada PP 99, PP 100 pada saat Presiden Gus Dur, Alhamdulillah secara nasional yang mempunyai ijazah di atasnya bisa dipersamakan semua,” jelasnya. “Sehingga saya menjelma ya, di Disdik,” kenangnya.
Pria yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian ini, mengaku tidak pernah membayangkan akan mencapai posisi puncak birokrasi. Harapan tertingginya saat itu hanyalah agar ijazah S1-nya dapat diakui.
“Boro-boro terbayang ingin jadi pejabat. Pada saat itu memperhitungkan ijazah saja bagaimana S1 saya bisa berlaku, seperti itu,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia memandang jabatan Sekda yang diembannya kini sebagai sebuah amanah yang di luar ekspektasinya. “Kehendak Allah, Alhamdulillah, Saya sekarang dipercaya oleh Pak Bupati, diberikan rezeki, diberi amanah oleh Allah, di luar ekspektasi lah,” tuturnya.
Pria kelahiran tahun 1970 ini pun menyatakan rasa syukur dan berharap jabatannya dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat.
“Makanya saya cukup bersyukur Alhamdulillah dan mudah-mudahan jabatan saya ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Kuningan,” harapnya. (Nars)
























