

KUNINGAN – Pimpinan Cabang Perempuan Indonesia Raya (PC PIRA) Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya untuk memperkuat pemberdayaan perempuan serta ketahanan keluarga di momentum Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 PIRA, Selasa (13/10/2026).


Peringatan yang digelar di Sekretariat PC PIRA Kabupaten Kuningan tersebut dilaksanakan secara serentak secara nasional melalui Zoom Meeting bersama pengurus PIRA dari seluruh wilayah Indonesia.
- Masuki Usia 18 Tahun, PIRA Kuningan Pertajam Fokus Kesehatan Perempuan dan Ketahanan Keluarga
- Pengamat Sebut Sosok Tuti Andriani Bikin ‘Panas Dingin’ Peta Politik Kuningan, Rival Politik Ada yang Gerah?
- Warga Wanaasih Terdampak Bendungan Kuningan Desak Percepatan Pembebasan Lahan “Ganti Untung”
- Tolak Eksplorasi Geothermal Gunung Ciremai, PKB Kuningan: Cegah Kemudaratan Lebih Utama
- Gerbong Baru DPC PKB Kuningan, Eks Pejabat Pemkab hingga Mantan Ketua Parpol Hijrah Demi Target Menang Pemilu 2029
Ketua PC PIRA Kabupaten Kuningan, Sri Laelasari, menjelaskan, bertambahnya usia organisasi menjadi titik balik penting untuk memperluas peran perempuan, tidak hanya di dalam lingkup keluarga, tetapi juga dalam pembangunan daerah.
“Kami ingin PIRA semakin aktif dalam mendorong pemberdayaan perempuan. Perempuan harus memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk berkembang, mandiri, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan di Kabupaten Kuningan,” ujar Sri di sela-sela kegiatan.
Secara terpisah, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) PIRA, Novita Wijayanti, menggarisbawahi pentingnya aspek kesehatan sebagai fondasi utama ketahanan keluarga.
Menurutnya, perjalanan 18 tahun PIRA merupakan bukti konsistensi perjuangan organisasi dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia.Ia mengungkapkan agar seluruh kader PIRA di daerah gencar menyosialisasikan pentingnya edukasi kesehatan, termasuk deteksi dini terhadap penyakit berisiko tinggi pada perempuan.
“Perempuan adalah tiang keluarga dan madrasah pertama bagi anak-anak. Karena itu, kesehatan perempuan harus menjadi prioritas. Kami terus mendorong peningkatan kesadaran mengenai pencegahan kanker serviks dan kanker payudara melalui edukasi rutin dan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” jelas Novita. (NARS)



