Kebijakan ini juga disusun agar pelaksanaan ibadah di tengah perbedaan tanggal dapat berjalan dengan tertib, terkoordinasi dengan baik, dan memberikan rasa aman bagi para jemaah yang datang dari berbagai penjuru wilayah Kuningan.
Namun sebagai alternatif kedua, pengurus juga telah menyosialisasikan panduan lain apabila jadwal Lebaran Muhammadiyah pada akhirnya bertepatan dengan keputusan pemerintah.
Ustadz Dadan memaparkan bahwa jika tidak ada perbedaan hari perayaan, Pengurus Daerah Muhammadiyah Kuningan tidak akan menggelar shalat ied secara terpusat di kampus.
Seluruh warga persyarikatan diimbau untuk membaur dan mengikuti pelaksanaan shalat Idulfitri bersama masyarakat umum di masjid atau lapangan yang ada di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.
Meski kebijakan tingkat daerah bersifat situasional, antusiasme menyambut jadwal Lebaran Muhammadiyah sudah dipastikan akan tetap terlaksana pada hari Jumat di beberapa titik wilayah cabang.
Ustadz Dadan memastikan bahwa pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kutaraja yang berada di wilayah Kecamatan Maleber telah mantap untuk menyelenggarakan ibadah shalat Idulfitri pada tanggal dua puluh Maret sesuai dengan maklumat yang diterbitkan oleh pengurus pusat. (Nars)



















