KUNINGAN – Kepastian mengenai jadwal Lebaran Muhammadiyah pada tahun ini akhirnya diumumkan kepada publik. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri akan jatuh pada hari Jumat (20/3/2026).
Menyikapi ketetapan jadwal Lebaran Muhammadiyah tersebut, jajaran Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kuningan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pelaksanaan ibadah warga persyarikatan.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kuningan, Ustadz Dadan Rahmatun Ramdan, menyampaikan bahwa pihaknya telah merancang sejumlah skenario pelaksanaan shalat Idulfitri yang akan disesuaikan dengan hasil akhir keputusan sidang isbat dari pemerintah pusat.
Ustadz Dadan menjelaskan lebih lanjut mengenai skenario pertama apabila jadwal Lebaran Muhammadiyah ternyata jatuh pada hari yang berbeda dengan pengumuman pemerintah.
Jika situasi tersebut terjadi, pengurus daerah akan mengambil langkah taktis dengan memusatkan pelaksanaan ibadah shalat ied bagi seluruh warga persyarikatan di satu lokasi utama, yakni di area halaman kampus Universitas Muhammadiyah Kuningan.
Langkah pemusatan lokasi shalat tersebut dinilai sebagai solusi paling efektif untuk mengakomodasi warga Muhammadiyah yang merayakan Idulfitri lebih awal.





























