
KUNINGAN — Rumah warga di Lingkungan Karanganyar, RT 006/RW 002, Kelurahan Winduhaji, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, ludes dilalap si jago merah pada Jumat (6/11/2026). Peristiwa yang menghanguskan seluruh isi bangunan seluas 9×7 meter persegi ini diduga akibat korsleting listrik.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, peristiwa bermula sekitar pukul 12.30 WIB ketika penghuni rumah, Arif (36), sedang berjualan.
- Rumah Warga Winduhaji Dilalap Si Jago Merah, Damkar Padamkan Selama 45 Menit
- Mengenang Kerinduan Nabi Muhammad SAW kepada Umat Akhir Zaman
- Tekan Pengangguran lewat Program Poliran, Polres Kuningan Gandeng Disnakertrans Buka Akses Kerja
- DPC PKB Kuningan Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung di Desa Mekarsari
- Aplikasi “Caruban” Gekrafs Cirebon Pikat Menteri Ekraf, Siap Go Nasional
Saat sedang berjualan, saudara Arif mendapatkan informasi dari istrinya, Nur (38), bahwa rumah mereka mengalami kebakaran. Yang bersangkutan langsung pulang dan mendapati warga sekitar tengah berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya,” ujar Andri Arga Kusumah dalam keterangannya.
Karena kobaran api semakin membesar dan sulit dikendalikan, Ketua RT setempat, Yayan, segera menghubungi Call Center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan pada pukul 12.44 WIB.
Merespons laporan tersebut, Regu 2 Damkar Satpol PP Kuningan yang mengerahkan 10 anggota piket, 1 staf TU, dan 2 unit kendaraan dinas (Randis KR4) langsung bergerak menuju lokasi.
Tim tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 12.50 WIB.”Proses pemadaman memakan waktu sekitar 45 menit dan berhasil diselesaikan pada pukul 13.35 WIB. Operasi ini berjalan lancar berkat kerja sama yang baik antara petugas Damkar, anggota Polsek Kuningan, Koramil Kuningan, pegawai Kelurahan Winduhaji, serta warga sekitar,” jelas Andri.
Meski sempat terkendala akses jalan menuju lokasi yang sempit, petugas berhasil melokalisir api agar tidak merembet ke bangunan lain. Berdasarkan hasil pengumpulan bahan dan keterangan di lapangan, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Kendati demikian, musibah tersebut menimpa satu keluarga yang terdiri dari enam jiwa, yakni Arif, Nur, bersama tiga anak mereka serta seorang balita berusia 4 bulan.Dari hasil penelusuran awal, diduga kuat kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada rangkaian kabel besar di bagian atap rumah.
Pemilik rumah, Arki (70), sempat mendapat informasi dari tukang renovasi sebulan lalu mengenai potensi masalah pada instalasi tersebut. Api pertama kali muncul dari atap bagian belakang sebelum akhirnya menjalar dan menghanguskan seluruh isi bangunan.
Akibat kejadian ini, kerugian material diperkirakan mencapai Rp103.450.000, yang meliputi kerusakan bangunan permanen berukuran 9×7 meter serta berbagai barang berharga seperti spring bed, peralatan elektronik, perabotan rumah tangga, hingga pakaian.
Menanggapi insiden ini, Andri Arga Kusumah mengimbau masyarakat Kabupaten Kuningan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran yang bersumber dari instalasi listrik, kompor gas, maupun pembakaran sampah.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa selang dan regulator gas, menghindari penggunaan colokan listrik yang menumpuk, serta menggunakan kabel dan lampu berstandar SNI guna mengantisipasi korsleting. Selain itu, kami juga mendorong pemerintah desa atau lingkungan setempat untuk menyiapkan proteksi kebakaran mandiri seperti APAR atau tandon air,” imbaunya. (NARS)
