

KUNINGAN – Ratusan petugas gabungan mendadak menggelar razia dan tes urine warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan (Lapas Kuningan) pada Jum’at (18/9/2026) malam.
Operasi pembersihan yang melibatkan unsur kepolisian, tentara, dan aparat antinarkotika ini bertujuan untuk memberantas peredaran barang terlarang sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan di balik jeruji besi.
- Rutin Gelar Pembinaan, PPL Sindangagung Terus Dorong Produktivitas Kelompok Tani di Taraju
- Laskar Gerindra Jabar 13 Bergerak: Dari Pendataan Kebutuhan Warga Hingga Penyaluran Bantuan Real
- Tak Ditemukan Narkoba: Razia Mendadak Lapas Kuningan, Petugas Gabungan Sita Barang Terlarang
- Harga Panen Anjlok dan Modal Membengkak, Petani Sayur di Kuningan Keluhkan Harga Beli
- Awas Penyakit Hati! Ini Bahaya Sifat Hasud dan Cara Mengatasinya Menurut Kitab Tanbihul Ghafilin
Langkah sterilisasi ini diawali dengan apel sinergitas yang dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan lembaga pemasyarakatan setempat. Belasan personel dari Kepolisian Resor Kuningan, Komando Rayon Militer 1501, Subdenpom III/3-6, hingga Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuningan turut dikerahkan untuk memastikan penggeledahan sel berjalan ketat dan tidak bocor.
Usai apel persiapan, tim gabungan langsung bergerak menyisir sejumlah blok dan kamar hunian. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh ke setiap sudut ruangan dengan pengawasan melekat, namun tetap mengedepankan prosedur standar agar ketertiban penghuni tetap terjaga selama proses penyisiran berlangsung.
Dari hasil penggeledahan tersebut, aparat tidak menemukan satu pun narkotika maupun telepon seluler yang biasanya menjadi target utama operasi.
Meski demikian, tim gabungan tetap menyita sejumlah perabotan harian yang dilarang berada di area sel karena berpotensi disalahgunakan sebagai senjata atau alat penyimpangan, seperti sendok logam, botol parfum, hingga mangkuk dan gelas kaca.
Bersamaan dengan sterilisasi kamar, petugas kesehatan juga melakukan pengambilan sampel tes urine terhadap sejumlah narapidana secara acak. Rangkaian tes medis ini menjadi instrumen wajib pendeteksi dini guna membuktikan secara akurat bahwa para penghuni sama sekali tidak terpapar atau menyembunyikan zat adiktif selama menjalani masa hukuman.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan Eries Sugianto menjelaskan, operasi gabungan ini merupakan wujud nyata komitmen institusinya dalam menciptakan ruang pembinaan yang bersih dan kondusif.
“Langkah ini sangat efektif untuk menutup rapat celah penyelundupan sekaligus mempererat kerja sama lintas aparat penegak hukum dalam menjaga pertahanan rumah tahanan,” ujarnya.
Perwakilan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuningan Ade Mochamad Friadi memberikan apresiasi tinggi atas penurunan drastis temuan barang sitaan dibandingkan operasi sebelumnya.
Kondisi tersebut dinilai sebagai indikator positif dari membaiknya sistem pengawasan internal dan diharapkan razia lintas sektoral semacam ini terus berlanjut sebagai agenda rutin pemeliharaan keamanan wilayah. (NARS)



