
KUNINGAN – Ratusan petugas gabungan mendadak menggelar razia dan tes urine warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan (Lapas Kuningan) pada Jum’at (18/9/2026) malam.
Operasi pembersihan yang melibatkan unsur kepolisian, tentara, dan aparat antinarkotika ini bertujuan untuk memberantas peredaran barang terlarang sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan di balik jeruji besi.
- PHRI Dorong Kepastian Hukum Aset Pemda Kuningan demi Tarik Investor
- Tekan Angka Kriminalitas Jelang Nataru, Pemkab dan Polres Kuningan Musnahkan Ribuan Botol Miras Tanpa Pandang Bulu
- BPBD Kuningan Imbau Warga Waspadai Fenomena Hujan Es Akibat Awan Cumulonimbus
- Hujan Disertai Angin Kencang Hantam Dua Kecamatan di Kuningan, BPBD Lakukan Asesmen Dampak
- 8 Wartawan Balon Ketua Mengemuka Jelang Akhir Masa Jabatan PWI Kuningan, Siapa Saja?
Langkah sterilisasi ini diawali dengan apel sinergitas yang dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan lembaga pemasyarakatan setempat. Belasan personel dari Kepolisian Resor Kuningan, Komando Rayon Militer 1501, Subdenpom III/3-6, hingga Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuningan turut dikerahkan untuk memastikan penggeledahan sel berjalan ketat dan tidak bocor.
Usai apel persiapan, tim gabungan langsung bergerak menyisir sejumlah blok dan kamar hunian. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh ke setiap sudut ruangan dengan pengawasan melekat, namun tetap mengedepankan prosedur standar agar ketertiban penghuni tetap terjaga selama proses penyisiran berlangsung.
Dari hasil penggeledahan tersebut, aparat tidak menemukan satu pun narkotika maupun telepon seluler yang biasanya menjadi target utama operasi.
Meski demikian, tim gabungan tetap menyita sejumlah perabotan harian yang dilarang berada di area sel karena berpotensi disalahgunakan sebagai senjata atau alat penyimpangan, seperti sendok logam, botol parfum, hingga mangkuk dan gelas kaca.
Bersamaan dengan sterilisasi kamar, petugas kesehatan juga melakukan pengambilan sampel tes urine terhadap sejumlah narapidana secara acak. Rangkaian tes medis ini menjadi instrumen wajib pendeteksi dini guna membuktikan secara akurat bahwa para penghuni sama sekali tidak terpapar atau menyembunyikan zat adiktif selama menjalani masa hukuman.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan Eries Sugianto menjelaskan, operasi gabungan ini merupakan wujud nyata komitmen institusinya dalam menciptakan ruang pembinaan yang bersih dan kondusif.
“Langkah ini sangat efektif untuk menutup rapat celah penyelundupan sekaligus mempererat kerja sama lintas aparat penegak hukum dalam menjaga pertahanan rumah tahanan,” ujarnya.
Perwakilan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuningan Ade Mochamad Friadi memberikan apresiasi tinggi atas penurunan drastis temuan barang sitaan dibandingkan operasi sebelumnya.
Kondisi tersebut dinilai sebagai indikator positif dari membaiknya sistem pengawasan internal dan diharapkan razia lintas sektoral semacam ini terus berlanjut sebagai agenda rutin pemeliharaan keamanan wilayah. (NARS)
