KUNINGAN – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kuningan, Trias Andriana, menegaskan bahwa semangat dan dedikasi para atlet menjadi modal paling berharga dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat mendatang.
Meski dihadapkan pada situasi anggaran daerah yang sedang dalam masa pemulihan, Trias meyakini loyalitas putra daerah akan menjadi faktor pembeda di arena pertandingan.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Trias Andriana menjelaskan bahwa KONI Kuningan saat ini memilih untuk bersikap realistis namun tetap optimis. Dengan anggaran yang masih menunggu realisasi penuh, ia memastikan bahwa program pembinaan tetap berjalan dengan memanfaatkan anggaran tahunan yang tersedia.
Fokus utama saat ini adalah memastikan kesiapan mental dan fisik atlet untuk periode krusial pada bulan Juli mendatang.
“Kita tahu kondisi Kuningan saat ini baru mulai pulih. Untuk anggaran memang belum bisa bicara banyak, tapi kami berupaya menghandel persiapan bulan April hingga Mei ini dengan maksimal,” ujar Trias Andriana kepada awak media, Sabtu (4/4/2026).
Alih-alih bergantung pada kebijakan mutasi atau “membeli” atlet dari luar, Trias secara tegas mendorong pemberdayaan atlet asli Kuningan. Menurutnya, batasan anggaran justru memperkuat komitmen KONI untuk melahirkan prestasi yang murni berasal dari pembinaan lokal.
Target peringkat 15 besar pun dipatok sebagai sasaran yang logis sekaligus menantang bagi para atlet.Beberapa poin strategis dalam penguatan prestasi ini, disebutkan Trias berupa optimalisasi Cabor unggulan. Selain atletik, cabor seperti Tinju ditargetkan meningkat menjadi dua medali emas, disusul oleh Kickboxing dan Silat yang menunjukkan tren positif.
“Kami dalam kondisi yang serba sederhana, berharap dedikasi dan rasa bangga para atlit membela tanah kelahiran adalah kunci bagi KONI untuk mencapai target 15 besar,” ujarnya.
Meski mengedepankan kemandirian, Trias tetap berharap adanya dukungan yang proporsional dari pemerintah daerah agar perolehan medali minimal bisa dipertahankan seperti periode sebelumnya. Ia meyakini, jika dedikasi atlet lokal dibarengi dengan dukungan fasilitas yang memadai, Kuningan mampu berbicara banyak di tingkat provinsi.
“Mudah-mudahan dengan dedikasi dan motivasi untuk bangga pada Kuningan, apa yang kita targetkan bisa tercapai. Kami meminta para pengurus cabor untuk terus bersemangat dan berkaca pada keberhasilan yang sudah ada,” tandasnya. (Nars)












