KUNINGAN – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, memperhatikan nasib para seniman dan budayawan yang selama ini menjadi garda terdepan pelestari sejarah dan budaya di wilayah Ciayumajakuning.
Hal tersebut disampaikannya secara langsung di hadapan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia dalam acara sarasehan budaya, di Kajene Forest Kuningan, Jum’at (3/4/2026).
- Perburuan Gelar ISL Makin Panas: Tekuk Bali United 3-2, Borneo FC Samai Poin Persib Bandung
- Gol Indah Mario Peralta Samakan Kedudukan 1-1, Laga Sengit Bali United vs Borneo FC Masih Berlangsung
- Selasa Besok PLN ULP Kuningan Lakukan Pemeliharaan Jaringan di Kuningan Timur, Ini Lokasinya
- Meriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Cirebon, Kuningan Usung Eksotisme Tradisi Kawin Cai
- Kuasai Segiri, Persib Bandung Bungkam Persija 2-1 dan Kokoh di Puncak Klasemen
Dalam pidatonya, Bupati Dian memberikan apresiasi tinggi kepada para pelaku seni. Ia menyebut mereka bukan sekadar pewaris masa lalu, melainkan “penjaga sunyi” yang setia merawat api peradaban bangsa. “Kita akui, tanpa Bapak, Ibu, dan Saudara seniman serta budayawan, dunia ini tidak akan memiliki dinamika dan tidak ada warna,” ujar Dian.
Kendati memiliki peran vital, Dian tak menampik bahwa para pahlawan kebudayaan ini masih didera berbagai persoalan pelik. Berdasarkan aspirasi yang sering ia dengar, para seniman kerap mengeluhkan minimnya ruang ekspresi serta bayang-bayang krisis regenerasi.
“Ada juga yang berpikir tentang aspek kesejahteraan, yang mungkin tidak terjamin kehidupannya di masa sekarang dan masa yang akan datang,” bebernya memaparkan realitas di lapangan.
Oleh karena itu, Bupati Dian meminta adanya keseriusan lebih dari berbagai pihak, terutama pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa para budayawan ini adalah benteng terakhir yang menjaga warisan leluhur bangsa.
Lebih lanjut, Dian mengingatkan agar paradigma pembangunan tidak melulu diukur dari hal-hal yang kasat mata. “Kita sepakat, pembangunan itu tidak hanya bersifat kasat mata atau hanya infrastruktur fisik saja. Infrastruktur budaya, sebagai fondasi jati diri, justru harus kita kuatkan,” ungkap Dian.
Terkait kehadiran Menteri Kebudayaan, Bupati Kuningan menyampaikan rasa gembira dan terima kasihnya. Ia menyebut kedatangan sang menteri sebagai bukti nyata keseriusan pemerintah pusat dalam mengembangkan budaya di kawasan Ciayumajakuning.
Dian juga mengapresiasi Menteri Kebudayaan yang telah menepati janjinya pada bulan puasa lalu untuk berkunjung ke Kuningan seusai Lebaran, di tengah padatnya jadwal kenegaraan.
“Melalui sarasehan dan dialog malam hari ini, kita berharap akan lahir gagasan-gagasan dan ide-ide orisinal. Saya berharap, kebijakan (pemerintah) dan harapan (pelaku budaya) ini dapat bertemu dalam satu ruang,” tutup Dian, sembari turut menyampaikan terima kasih kepada Anggota DPR RI Rokhmat Ardiyan selaku pihak yang memfasilitasi tempat terselenggaranya acara tersebut. (Nars)













