

KUNINGAN – Pemandangan memprihatinkan tampak persis di belakang kompleks Kantor Bupati Kuningan yang baru ditempati beberapa bulan lalu. Tumpukan sampah rumah tangga yang menggunung di area tersebut terlihat sangat mencolok dan terkadang menimbulkan bau tak sedap bagi lingkungan tempat parkir Gedung Setda Kuningan ini.
Salah seorang pengunjung yang datang ke kantor tersebut pada Selasa (17/6/2025), Iwan, menilai tumpukan sampah ini mencoreng wajah pusat pemerintahan yang seharusnya menjadi contoh dalam menjaga kebersihan dan tata kelola lingkungan.
- Isu Geothermal Gunung Ciremai Mencuat Lagi, Ketua Fraksi PDIP Kuningan Sentil Pemda Tak Punya Sikap Jelas
- Ratusan Hektare Hutan Subang Ditanami Kopi Ilegal, Rana Suparman Desak Penyelamatan Gunung Kendeng
- Klarifikasi Sanksi RS Permata, DLH Kuningan: Uang Masuk Negara
- Perjuangan Tanpa Henti Tim Gabungan Padamkan Karhutla Kuningan, Melawan Angin dan Bara di Lereng Ciremai
- Bantah Tak Hormati DPRD, Wabup Kuningan Sebut Kepala SKPD Absen Paripurna karena Kawal “Bupati Saba Lembur”
Sejumlah warga yang berkunjung ke kantor bupati yang memarkirkan kendaraan mereka di area belakang kantor, menyayangkan pemandangan tumpukan sampah ini.
“Miris saja lihatnya, masa di belakang kantor bupati sendiri seperti ini. Kalau sudah seperti ini, bagaimana masyarakat bisa termotivasi menjaga kebersihan lingkungan?” ujar Iwan, seorang warga yang kebetulan ada keperluan di kantor ini, Selasa (17/6/2025).
Sampah yang menumpuk terdiri dari berbagai jenis, mulai dari kertas, plastik, styrofoam, sisa makanan, hingga limbah rumah tangga lainnya. Iwan menyebutkan, kondisi tersebut tentu dapat memicu gangguan kesehatan bagi para pegawai di kantor Setda ini, juga bisa menjadi sumber penyakit jika tidak segera ditangani.
Iwan mempertanyakan ajakan Bupati Kuningan pada Hari Lingkungan Hidup kemarin untuk mengurangi sampah seolah tidak diindahkan oleh bawahannya sendiri.“Jangan sampai slogan kebersihan hanya sebatas retorika. Harus dimulai dari pusat pemerintahan, apalagi ini menyangkut citra daerah,” ujar Iwan.
Sementara, Kabag Umum Setda Kuningan, Eva Nurafifah Latief, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan tumpukan sampah ini sempat ada. Namun ia menyebutkan, sampah tersebut sudah diangkut oleh truk Dinas LH dan sudah bersih lagi.”Sudah diangkut, memang belum ada tempat pembuangan sampah di situ, sedang disiapkan oleh Dinas LH,” katanya pada Selasa sore.
Namun pada Rabu (18/6/2025), terpantau sampah di belakang gedung Setda Kuningan ini ternyata masih terlihat menumpuk. (NARS)



