KUNINGAN – Modus penipuan siber dengan mengirimkan file APK (Android Package Kit) berkedok undangan pernikahan kembali menyasar korban di kalangan pejabat Kuningan. Setelah sebelumnya meretas nomor ponsel Bupati Kuningan, kini giliran salah satu pejabat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan, Yusron Kholid menjadi target aksi peretasan ini.
- Punya Potensi Puluhan Ribu Anggota, Pengurus IKA STEMGA Kuningan Resmi Dilantik di Pendopo
- Akui Fasilitas Sekolah Belum Merata, Bupati Kuningan Sampaikan Pesan Ini di Hardiknas 2026
- Akhirnya Terjawab, Kisruh Dana Taspen PPPK Guru Kuningan Telah Diselesaikan Disdikbud
- Mayday 2026: KSPSI Kuningan Desak Buruh Berani Lapor Praktik Upah di Bawah Standar
- Refleksi Milad Ke-94 Pemuda Muhammadiyah untuk indonesia jaya
Insiden ini menambah daftar panjang kasus kejahatan siber yang semakin canggih dan meresahkan masyarakat Kabupaten Kuningan.Pada Ahad (27/7/2025) sore, pelaku peretas nomor handphone Bupati diduga berhasil mengambil alih kendali nomor handphone Pejabat BAZNAS Kuningan, Yusron Kholid.
Peretas ini mengirimkan percakapan yang sama kepada calon korbannya, yakni modus pinjam uang.Chattingan WhatsApp dari nomor Telepon Yusron Kholid yang diduga sudah diretas ini nyasar juga ke nomor handphone Redaksi Kuningan Religi. “Ada saldo rekening? Bisa pinjam dulu, Besok di kembalikan,” tulis nomor WA Yusron yang diretas ini.
Bahkan, ke sejumlah nomor lain, chattingan nomor yang diretas ini mengirimkan file APK palsu berkedok undangan pernikahan. “Di harapkan kehadiran nya,” tulis nomor tersebut memancing calon korban untuk mengunduh file APK yang dikirimkan.


Istri pejabat BAZNAS Kuningan, Hj Nok Juhartini Yusron, mengkonfirmasi peretasan nomor telepon suaminya ini. Pada status WhatsApp dirinya, Hj Nok menuliskan agar pihak yang dihubungi menggunakan nomor handphone suaminya saat ini jangan dipercaya.”Untuk diketahui, nomor HP suami saya atas nama H Yusron Kholid kena hacker.. Mohon jangan dipercaya, ” tulisnya.
Berdasarkan keterangan sejumlah pegiat IT, peretasan ini diduga kuat menggunakan teknik phishing atau social engineering yang mengelabui korban untuk mengunduh dan menginstal aplikasi berbahaya. File APK yang dikirimkan seringkali menyamar sebagai undangan digital pernikahan yang terlihat meyakinkan. Begitu aplikasi terinstal, peretas bisa mendapatkan akses ke data pribadi, kontak, bahkan kendali atas perangkat korban, termasuk aplikasi perbankan.
Dari insiden ini, pengguna smartphone diminta untuk selalu berhati-hati dan tidak mudah mengklik atau mengunduh file dari sumber yang tidak dikenal, meskipun formatnya terlihat familiar seperti undangan atau resi pengiriman. Verifikasi selalu menjadi langkah pertama yang penting sebelum membuka tautan atau file mencurigakan. (Nars)























