JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia segera menggelar Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah untuk menentukan jatuhnya Hari Raya Idulfitri tahun ini.
Agenda penting tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis tanggal sembilan belas Maret dua ribu dua puluh enam bertempat di Auditorium Haji Muhammad Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jakarta.
- Fraksi Persatuan Demokrat Tanggapi WTP BPK: Laksana “Water Treatment Plan”
- Pasca Kuningan Raih WTP dari BPK, Fraksi Gerindra Dorong Pembenahan Tata Kelola Keuangan
- WTP Kuningan, Fraksi Golkar Puji Kinerja Apik Pemkab: Setahun Kerja Positif Kabinet Dian – Tuti
- Juara Grup BB! Tahan Imbang Unaaha FC, Pesik Kuningan Segel Tiket Perempat Final Liga 4 Piala Presiden
- “Hidden Gem” Kuliner Kuningan: Bersembunyi dari Keramaian, Kuah Khas Baso Aci Ambu Bayuning Bikin Ketagihan!
Pertemuan ini akan dipimpin oleh Menteri Agama Republik Indonesia Profesor Doktor Kiai Haji Nasaruddin Umar.Proses penetapan dalam Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H ini menggunakan mekanisme musyawarah yang mengintegrasikan dua metode utama yakni perhitungan astronomi atau hisab serta pemantauan bulan atau rukyatul hilal.
Berdasarkan data hisab awal Syawal tahun ini, fase ijtimak terjadi pada Kamis pagi pukul nol delapan lewat dua puluh tiga Waktu Indonesia Barat.
Sementara itu posisi ketinggian hilal berada pada rentang nol derajat lima puluh empat menit dua puluh tujuh detik hingga tiga derajat tujuh menit lima puluh dua detik dengan sudut elongasi antara empat hingga enam derajat.
Untuk mendukung data tersebut, Kementerian Agama juga menyelenggarakan pemantauan di berbagai titik yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak mulai dari Kantor Wilayah Kementerian Agama, Peradilan Agama, organisasi masyarakat Islam, hingga instansi terkait lainnya.
Hasil dari pantauan lapangan ini kemudian akan dibahas bersama dalam forum musyawarah nasional yang mempertemukan pemerintah, ulama, akademisi, dan pakar astronomi untuk menghasilkan keputusan bersama terkait hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama Arsad Hidayat menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat agar bersabar menunggu hasil resmi keputusan pemerintah. Masyarakat diharapkan menjadikan hasil sidang tersebut sebagai rujukan utama dalam merayakan Idulfitri.
Pihaknya juga mengingatkan bahwa apabila terdapat perbedaan metode penentuan awal bulan hijriah, hal tersebut harus dihormati sebagai bagian dari dinamika keilmuan dengan tetap mengedepankan rasa saling menghormati demi menjaga persatuan umat. (Nars)















