KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengambil ikut menyemarakkan perhelatan akbar kebudayaan tingkat provinsi, yakni Milangkala Tatar Sunda 2026.
Pada ajang bergengsi yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut, Kuningan tampil memukau dengan mengirimkan pesona atraksi kesenian khas daerah yang telah menyandang status Warisan Budaya Takbenda (WBTb), yakni Kesenian Dogig.


Perayaan Milangkala Tatar Sunda tahun ini dirancang secara masif oleh Pemprov Jabar melalui rangkaian “Kirab Budaya Tatar Sunda Napak Tilas Padjadjaran”. Rangkaian kirab pelestarian budaya kebanggaan masyarakat Sunda ini telah bergulir sejak 2 Mei dari Kabupaten Sumedang, diarak menyusuri berbagai daerah, dan dijadwalkan mencapai puncaknya melalui helaran karnaval di Kota Bandung pada 16 Mei mendatang.
- Semakin Dekat Menuju Liga 3, Pesik Kuningan Hanya Butuh Hasil Seri untuk Lolos ke 8 Besar Piala Presiden
- Selain 9 Titik, Puluhan Titik di Kuningan Juga Akan Terdampak Pemadaman Listrik Selasa 23 Juni 2026, Cek Daftarnya!
- Siap-Siap! PLN Kuningan Lakukan Pemeliharaan Jaringan Besok, Sembilan Wilayah Ini Bakal Padam
- Tumbangkan KLN Elite 3-1, Proton FC Kuningan Selangkah Lagi Juara Pro Futsal League 2
- Soroti Anggaran Perjalanan Dinas BPKAD Rp1,2 Miliar, Bupati Kuningan Disebut Terapkan Standar Ganda
Kehadiran kontingen Kabupaten Kuningan dalam helaran kirab budaya ini disebut sebagai komitmen pemerintah daerah dalam merawat dan mempromosikan kekayaan leluhur di hadapan publik yang lebih luas.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Kuningan, Dr. Funny Amalia Sari, S.S., M.Hum., melalui Subkoordinator Cagar Budaya dan Permuseuman, Rusim Fuadi, S.Pd., M.M., mengungkapkan partisipasi Kabupaten Kuningan dalam kirab budaya ini membawa misi pelestarian dan kebanggaan identitas daerah.
“Keikutsertaan Disdikbud Kuningan dalam helaran kirab budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 ini bukan sekadar partisipasi seremonial semata. Kami secara khusus membawa dan menampilkan Kesenian Dogig yang telah resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb),” papar Rusim.
Keikutsertaan ini, imbuhnya, adalah saat yang tepat untuk mengenalkan eksotisme dan filosofi luhur seni tradisi Kuningan di kancah regional. Lebih lanjut, Rusim menjelaskan bahwa Kesenian Dogig sengaja dipilih menjadi ujung tombak kontingen karena memiliki nilai historis, dinamis, dan karakteristik yang sangat membumi.
Melalui penampilannya di ajang Milangkala Tatar Sunda, Disdikbud berharap kelestarian seni tradisi peninggalan leluhur tersebut semakin terjaga dan mampu memantik rasa memiliki dari generasi muda.
“Sesuai arahan dan visi Pak Kadisdikbud dan Ibu Kabid Kebudayaan, kita ingin menegaskan bahwa Kabupaten Kuningan memiliki kekayaan identitas budaya yang sejajar dan turut memperkaya mozaik kebudayaan Sunda secara utuh. Helaran meriah yang diinisiasi oleh Pemprov Jabar ini adalah panggung yang paling tepat agar Kesenian Dogig semakin dikenal, dicintai, dan tak lekang oleh kemajuan zaman,” urai Rusim.
Keterlibatan aktif Kabupaten Kuningan dalam perayaan Milangkala Tatar Sunda 2026 ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi pelestarian seni dan identitas budaya lokal, tetapi juga mempererat tali kebersamaan antar kabupaten/kota di Jawa Barat.
“Untuk tahun-tahun selanjutnya, kita tentu akan mengikutsertakan jenis warisan budaya lainnya. Karena Kabupaten Kuningan kaya akan warisan budaya yang perlu dikenalkan kepada generasi yang akan datang,” ujarnya. (Nars)














