

KUNINGAN – Para pelanggan Perumda Air Minum (PAM) Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan kini dituntut untuk menjadi penjaga bagi meteran air di rumahnya masing-masing. Pasalnya, jika aset instalasi milik perusahaan daerah tersebut hilang akibat aksi pencurian yang tengah marak, beban kerugian dan tanggung jawab finansial akan dijatuhkan sepenuhnya kepada pihak pelanggan.
Melalui peringatan yang dirilis Rabu (6/5/2026), manajemen PAM Tirta Kamuning menegaskan kebijakan tegas terkait aturan main kehilangan aset ini.
- Dramatis! Menang Adu Penalti Atas Sindangagung, Garawangi Segel Tiket 8 Besar Bupati Cup 2026
- Geliat Ekonomi Kreatif di Pesona Sunset Sore Taman Desa Jagara Kuningan
- Sensasi Kopi Embun Senja Berwarna Merah Putih Ramaikan Perayaan Kemerdekaan di Glamping Embun Sangga Langit Kuningan
- Sawah Lope Kuningan Manjakan Wisatawan dengan Waterboom Mini, Main Air Sepuasnya Cuma Rp 5 Ribu
- Akhir Pekan Healing ke Mana? Ini Rekomendasi 8 Wisata Curug yang Eksotis di Kuningan Jawa Barat
Apabila meteran air yang terpasang di lokasi persil warga raib digondol maling, pelanggan yang bersangkutan tidak hanya harus bersiap menghadapi gangguan pasokan air, tetapi juga akan langsung dikenakan sanksi denda oleh pihak perusahaan.


Lebih dari itu, nasib apes pelanggan tidak berhenti pada denda saja. Warga yang menjadi korban pencurian juga diwajibkan untuk merogoh kocek pribadi guna membayar biaya pembelian meteran air pengganti. Besaran biayanya akan disesuaikan dengan ketentuan dan harga resmi yang berlaku dari PAM Tirta Kamuning saat insiden terjadi.
Kebijakan ketat ini dikeluarkan seiring dengan makin maraknya tindak kejahatan pencurian meteran air di berbagai wilayah pelayanannya. Untuk menghindari kerugian finansial yang memberatkan tersebut, PAM Tirta Kamuning mendesak seluruh pelanggannya untuk meningkatkan pengamanan aset secara mandiri.
Warga diminta secara aktif memastikan posisi meteran air berada di titik yang aman, mudah dipantau dari dalam rumah, serta rutin melakukan pemeriksaan fisik terhadap kelayakan instalasi pipa dan meteran.
Apabila pelanggan mendapati adanya kejanggalan, indikasi kerusakan, atau bahkan hilangnya meteran air di halaman mereka, warga diminta untuk tidak menunda waktu pelaporan.
Pelanggan harus segera melaporkan kejadian tersebut ke kantor cabang atau unit pelayanan PAM terdekat agar insiden dapat segera ditangani secara administratif dan teknis. Lewat langkah antisipasi ini, diharapkan masyarakat Kuningan dapat terhindar dari sanksi denda yang tidak diinginkan. (Nars)



