

KUNINGAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) tengah meningkatkan kewaspadaan seiring adanya tren lonjakan kasus influenza di tingkat nasional. Meski situasi belum masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB), masyarakat diminta untuk tidak lengah dan kembali memperketat protokol kesehatan.
Kepala Bidang P2P Dinkes Kabupaten Kuningan, dr. Deny Mustafa, membenarkan bahwa Kementerian Kesehatan saat ini mencatat adanya peningkatan aktivitas influenza di Indonesia, di mana virus yang mendominasi adalah varian Influenza A(H1N1)pdm09.
- Keterbatasan Anggaran Tak Halangi Lapas Kuningan Berdayakan Warga Binaan Lewat Program Ketahanan Pangan
- Pastikan Tak Ada Sel Istimewa, Perwakilan Rakyat Apresiasi Ketegasan Lapas Kuningan Berantas Narkoba
- Arahan Presiden Prabowo, MPA Silihwangi Majakuning Cegah Karhutla di Lereng Ciremai, Warga Bangun Embung Air hingga ‘Green Belt’
- Kursi Ketua Gerindra Kuningan Ditentukan Rapor Kinerja, Bukan Riuh Dukungan Daerah
- Dinkes Kuningan Perketat Surveilans ISPA, Masyarakat Diimbau Waspada Influenza A
Meski demikian, ia menekankan bahwa penyakit ini bukanlah jenis virus baru.Terkait sebaran kasus di wilayah Kabupaten Kuningan, dr. Deny menjelaskan bahwa hingga akhir September 2026, pihaknya belum memiliki angka resmi yang terkonfirmasi sebagai pasien Influenza A.
“Dinas Kesehatan saat ini terus melakukan pemantauan melalui sistem surveilans dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Memang terjadi peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan ISPA atau gejala influenza, namun hal tersebut belum dapat seluruhnya dikategorikan sebagai Influenza A sebelum ada pembuktian dari pemeriksaan laboratorium yang biayanya tidak murah,” ungkap dr. Deny.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa masyarakat perlu mengenali gejala Influenza A yang umumnya muncul secara mendadak. Gejala tersebut meliputi demam yang kerap disertai menggigil, batuk kering, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hingga kelelahan yang cukup berat.
Khusus pada anak-anak, kondisi ini sering kali memicu mual, muntah, hingga diare.Menyikapi potensi penyebaran yang lebih meluas, Dinkes Kuningan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Pihak Puskesmas dan jajaran kesehatan di bawahnya diinstruksikan untuk memperkuat sistem kewaspadaan dini (SKDR) serta memantau ketat tren kunjungan ISPA, pneumonia, hingga rawat inap.
“Jika ditemukan klaster penularan seperti di sekolah, pesantren, tempat kerja, atau komunitas, tim kami akan langsung turun melakukan investigasi. Kami juga terus berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan obat, pasokan oksigen, dan kesiapan tempat tidur rumah sakit, sekaligus menyelaraskan data agar pelaporan suspek dan kasus terkonfirmasi tidak tercampur,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan di tengah masyarakat, dr. Deny mengimbau warga agar kembali disiplin menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Langkah sederhana namun penting yang bisa dilakukan adalah memakai masker saat batuk atau berada di tempat ramai, rutin mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga sirkulasi udara di dalam ruangan.
“Bagi warga yang sedang sakit, kurangi kontak dengan orang lain dan beristirahatlah di rumah. Kami juga mengedukasi pihak sekolah dan masyarakat agar anak yang sedang sakit tidak dipaksakan masuk sekolah dulu. Perhatian ekstra juga wajib diberikan kepada kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis. Segera ke fasilitas kesehatan terdekat jika gejala terasa memberat,” ungkap dr. Deny. (NARS)



