

KUNINGAN – Lonjakan drastis kasus suspek Influenza tipe A tengah melanda wilayah Kuningan selama bulan September ini. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan mencatat peningkatan kunjungan pasien yang sangat signifikan, dengan dominasi pasien anak-anak yang memerlukan penanganan medis.
Berdasarkan pantauan situasi di RSUD 45 Kuningan, suasana di tempat pendaftaran pasien maupun area rawat jalan tampak lebih ramai dari biasanya. Sejumlah orang tua terlihat antre dan kesibukan tenaga medis sangat terasa dalam menangani pasien yang berdatangan. Namun alur pelayanan tetap berjalan kondusif dan seluruh pasien tertangani dengan baik.
- Keterbatasan Anggaran Tak Halangi Lapas Kuningan Berdayakan Warga Binaan Lewat Program Ketahanan Pangan
- Pastikan Tak Ada Sel Istimewa, Perwakilan Rakyat Apresiasi Ketegasan Lapas Kuningan Berantas Narkoba
- Arahan Presiden Prabowo, MPA Silihwangi Majakuning Cegah Karhutla di Lereng Ciremai, Warga Bangun Embung Air hingga ‘Green Belt’
- Kursi Ketua Gerindra Kuningan Ditentukan Rapor Kinerja, Bukan Riuh Dukungan Daerah
- Dinkes Kuningan Perketat Surveilans ISPA, Masyarakat Diimbau Waspada Influenza A
Mewakili Direktur RSUD 45 Kuningan, dr Deki Syaifulloh, Kepala Bidang Pelayanan, dr. Yanuar Firdaus Sukardi, mengonfirmasi tingginya tren lonjakan penyakit tersebut. Menurut datanya, angka kunjungan ke IGD maupun ke fasilitas rawat inap dan rawat jalan mengalami lonjakan.
“Untuk kunjungan rawat jalan peningkatannya kurang lebih 40 persen, sementara untuk rawat inap kasus suspek Influenza tipe A ini mengalami kenaikan sekitar 21 persen pada bulan September, yang mana peningkatan ini lebih khusus terjadi pada anak-anak,” ungkap dr. Yanuar di ruang kerjanya, Selasa (29/9/2026).
Secara medis, dr. Yanuar menjelaskan bahwa pasien mayoritas mengalami flu-like syndrome atau kumpulan gejala menyerupai flu berat. Gejala tersebut meliputi demam, batuk pilek, nyeri otot, pusing, nyeri tenggorokan, hingga terkadang disertai dengan keluhan diare.
Tingginya angka penularan pada kelompok anak-anak dipicu oleh sistem imunitas mereka yang belum sekuat orang dewasa, sehingga lebih rentan terpapar virus. Kondisi ini kerap diperparah oleh kurangnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta sistem ventilasi udara di dalam rumah yang kurang memadai.
Menyikapi situasi ini, manajemen RSUD 45 Kuningan telah memetakan kondisi dan mengambil langkah antisipasi. “Alhamdulillah sampai saat ini masih tertangani secara baik. Pak Direktur juga telah membuat kebijakan untuk mengakomodir lonjakan ini dengan menambah daya tampung ruangan untuk rawat inap,” tambahnya.
Sebagai langkah preventif guna memutus rantai penularan yang menyebar melalui *droplet* (percikan saluran napas), dr. Yanuar mengimbau masyarakat untuk kembali disiplin menerapkan protokol kesehatan.
“Bila batuk, terapkan etika batuk dengan menutupnya menggunakan tisu, serta jangan meludah sembarangan. gunakan masker jika sedang sakit batuk pilek, jaga jarak aman, cuci tangan dengan sabun sebelum makan, dan pastikan jendela rumah terbuka agar ventilasi udara bagus,” tegas dr. Yanuar memberikan imbauan.
Pihaknya juga mengingatkan warga agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila gejala flu berkelanjutan, agar pasien bisa mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. (NARS)



