KUNINGAN — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kuningan secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Sinergi ini dibangun sebagai langkah proaktif tenaga kesehatan untuk terjun langsung ke garis depan dalam penanggulangan dan mitigasi bencana di wilayah Kabupaten Kuningan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi jajaran pengurus IDI ke Markas BPBD Kabupaten Kuningan pada Kamis (7/5/2026). Ketua IDI Kabupaten Kuningan, dr. Arif Wibowo, mengungkapkan bahwa inisiatif kolaborasi ini sejalan dengan visi kepengurusan IDI periode 2026-2029 yang kini secara khusus memiliki bidang kebencanaan dan mitigasi.
- IDI dan BPBD Kuningan Bangun Kolaborasi Strategis Tanggap Bencana
- Bawa Kesenian WBTb Dogig, Disdikbud Kuningan Kenalkan Warisan Budaya di Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Jabar 2026
- Siap-siap! PLN Kuningan Umumkan Pemadaman Listrik Terencana Besok, Ini Daftar Wilayahnya
- Awas! Meteran PAM Tirta Kamuning Hilang Dicuri, Pelanggan yang Kena Denda
- Soroti Ketimpangan Inklusi, DPR RI dan OJK Siapkan Mahasiswa Uniku Jadi Penggerak Ekonomi & UMKM
“Sebagai organisasi profesi, keberadaan kami tentunya akan jauh lebih bermanfaat jika ilmu medis yang kami miliki dapat diterapkan langsung secara nyata apabila terjadi situasi darurat di masyarakat. Karena BPBD adalah leading sector dalam hal kebencanaan, maka kami berkolaborasi untuk meningkatkan kapasitas penanganan demi kepentingan masyarakat,” papar Arif.
Menurut Arif, ruang lingkup kolaborasi kebencanaan ini sangat luas. Keterlibatan tenaga kesehatan tidak hanya difokuskan pada bencana alam secara fisik, tetapi juga mencakup penanganan bencana non-alam seperti wabah penyakit.
Ia merefleksikan pengalaman berharga saat pandemi COVID-19, di mana dokter dan tenaga medis menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan nyawa masyarakat.
Guna menunjang kesiapan tersebut, IDI Kabupaten Kuningan telah menyiagakan kekuatan penuh. Arif menyebutkan, saat ini terdapat 408 dokter anggota IDI yang tersebar di berbagai instansi kesehatan di seluruh Kabupaten Kuningan, mulai dari Puskesmas, rumah sakit, aparatur sipil negara (ASN), hingga klinik praktik swasta.
“Khusus untuk aksi cepat tanggap, kami telah membentuk tim kebencanaan yang dikomandoi langsung oleh dr. Revanggi Marendra Rizky Surya, seorang spesialis mata. Tim inti ini beranggotakan tujuh personel yang nantinya akan selalu standby dan siap dikoordinasikan kapan pun BPBD membutuhkan bantuan medis darurat di lapangan,” urainya.
Inisiatif proaktif dari para dokter ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari pihak BPBD. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menyatakan bahwa kehadiran jajaran IDI Kuningan merupakan sebuah kehormatan sekaligus elemen krusial yang tidak terpisahkan dari ekosistem manajemen bencana.
“Dalam penanggulangan bencana, baik di tahap mitigasi maupun tanggap darurat, salah satu fokus utamanya adalah menekan angka korban jiwa seminimal mungkin. Di titik krusial inilah kami sangat membutuhkan tenaga khusus dan profesional dari ranah kesehatan untuk memberikan treatment atau penanganan medis yang tepat sasaran,” ujar Indra.
Lebih lanjut, Indra membeberkan rencana tindak lanjut dari sinergi ini. Ke depan, BPBD dan IDI Kuningan akan merancang berbagai program lintas sektoral yang saling menguntungkan (transfer knowledge).
“Nanti kita akan saling berbagi ilmu. Kami dari BPBD akan memberikan materi terkait keahlian teknis penyelamatan dan evakuasi di medan bencana. Sebaliknya, rekan-rekan dokter akan menularkan keahlian medis kegawatdaruratan. Rencananya, kolaborasi ini akan segera kami wujudkan dalam bentuk kegiatan nyata, seperti simulasi gabungan dan edukasi terpadu,” sebut IBE, sapaannya.
Melalui sinergi solid antara pakar keselamatan dan pakar kesehatan ini, sistem mitigasi dan penanganan bencana di Kabupaten Kuningan diharapkan menjadi semakin tangguh dan responsif. (Nars)



















