

KUNINGAN – Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M., merencanakan terobosan baru dalam menanamkan pendidikan moral dan menekan angka perundungan (bullying) di kalangan pelajar. Pendekatan aplikatif yang disiapkan meliputi kegiatan luar ruang seperti kemping edukasi hingga kunjungan langsung ke fasilitas rehabilitasi dan penegakan hukum.
Gagasan ini disampaikan Tina saat menjadi narasumber utama dalam agenda Sosialisasi “Ngabela Nagara” yang digelar bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat. Kegiatan bertajuk “Membangun Karakter Bela Negara Bagi Generasi Muda Jawa Barat” tersebut diikuti seratusan pelajar SMA dan dilangsungkan di Aula Sanggariang, Jalan Siliwangi, Kabupaten Kuningan, Rabu (16/9/2026).
- Kebakaran Rumah Makan Ali Action di Taman Kota Kuningan Padam Cepat karena Kesigapan Petugas
- Tiga Macan Tutul Terekam Kamera Trap di Ciremai, Bagaimana Nasib Slamet Ramadhan?
- Cegah Karhutla Meluas, BTNGC Terbangkan Drone Tiap Jam dan Tutup Jalur Pendakian Ciremai
- Cegah Kenakalan Remaja dan Bullying, Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati Gagas Program Edukasi Interaktif Pelajar di Kuningan
- Siapkan Generasi Emas 2045, Bakesbangpol Jabar Tanamkan Karakter ‘Ngabela Nagara’ pada Pemuda Kuningan
Menurut Tina, penyampaian materi sosialisasi di dalam ruangan seringkali terkendala waktu sehingga pembahasan mengenai bahaya bullying tidak bisa dikupas secara mendalam. Untuk itu, ia berencana merutinkan gerakan yang lebih menyentuh psikologis dan kebersamaan remaja.
“Ke depan, saya merencanakan kegiatan dengan suasana seperti kemping bareng. Untuk menyadarkan anak-anak ini mungkin tidak bisa serta-merta, tapi paling tidak ada gerakan tegas untuk menyadarkan bahwa hal-hal (menyimpang) seperti itu tidak benar dan jangan dilakukan lagi,” ujar Tina di hadapan para pelajar.
Sebagai langkah konkret penanaman moral, program lanjutan ini nantinya akan melibatkan berbagai ahli dan institusi. Tina menyebutkan pentingnya menggandeng psikolog anak serta aparat penegak hukum yang menangani kasus anak, seperti Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) atau lembaga terkait lainnya.
Lebih lanjut, legislator Partai Gerindra Dapil Jabar 13 tersebut merancang metode pembelajaran melalui kunjungan atau observasi langsung. Tujuannya agar para generasi muda bisa melihat secara nyata konsekuensi dari setiap bentuk kenakalan remaja, mulai dari balap liar, penyalahgunaan narkotika, hingga tindak kekerasan.
“Saya ingin mengajak anak-anak ini melakukan semacam kunjungan. Kita perlihatkan langsung, ‘Ini lho kalau kamu ngebut akibatnya seperti ini, kalau terjerumus narkoba—amit-amit—kondisi pasiennya seperti ini, dan kalau melakukan kekerasan konsekuensinya begini’,” paparnya.
Melalui pendekatan yang intens dan nyata ini, Tina berharap jiwa kebersamaan dan rasa saling menghargai antarpelajar dapat tertanam lebih kuat, tidak hanya saat mereka berada di lingkungan sekolah. Ia secara khusus menyoroti masalah perundungan yang dinilainya sangat memprihatinkan.
“Kebersamaan mereka harus dibangun agar saling menghargai, tidak hanya sebatas di dalam gedung. Karena kalau melihat kasus bullying saat ini, itu amat sangat menyedihkan,” tutupnya. (NARS)



