

KUNINGAN – Berbagai persoalan infrastruktur dan lingkungan di tengah masyarakat, mulai dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga penumpukan sampah di sungai, direspons langsung oleh Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati.
Melalui pemberdayaan Laskar Gerindra, ia merealisasikan sejumlah bantuan fisik dan solusi nyata, seperti penyediaan alat water jet shooter hingga pembuatan trash barrier (penahan sampah).
- HMI FE Uniku Jadikan Maulid Nabi 1448 H Momentum Penguatan Karakter Mahasiswa
- Mengintip Rincian Biaya Produksi Petani Kuningan Saat Kemarau: Ongkos Air dan Perawatan Melonjak Tajam
- Soal Polemik Sanksi RS Permata, Frontal Desak Inspektorat Turun Tangan
- DPRD Kuningan Desak Pemkab Relokasi Warga Desa Randusari Terdampak Operasional Waduk Kuningan
- Identitas Terungkap Lewat KTP, Keluarga Korban Penemuan Kerangka di Kuningan Tolak Otopsi
Bantuan water jet shooter disalurkan kepada masyarakat di desa sekitar lereng Gunung Ciremai sebagai langkah mitigasi dan antisipasi karhutla. Sementara itu, di Blok Bangong, Desa Kadugede, Tina mengerahkan alat berat untuk melakukan normalisasi sungai sekaligus membangun trash barrier di aliran Sungai Cisanggarung.
Perhatian terhadap fasilitas umum juga ditunjukkan di Kelurahan Cigadung, di mana ia memfasilitasi penataan ulang lapangan sepak bola yang sebelumnya terbengkalai dan tertutup ilalang tinggi, sehingga kini kembali layak digunakan oleh warga.
Rentetan aksi nyata tersebut merupakan hasil langsung dari pendataan dan inventarisasi kebutuhan warga yang dilakukan oleh anggota Laskar Gerindra di lapangan. Hal ini terlihat pada penyerahan bantuan di pertemuan ketiga bersama laskar, di mana Tina menyalurkan material semen untuk pembangunan fasilitas di satu desa, serta speaker portable untuk mendukung kegiatan warga di dua desa lainnya.
Bantuan berbasis data lapangan ini adalah implementasi dari instruksi langsung Tina Wiryawati yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra.
Untuk memastikan laskar bergerak efektif, Tina menggelar konsolidasi yang dibagi ke dalam tiga pertemuan, mengumpulkan anggota Laskar Gerindra se-Kabupaten Kuningan.
Para anggota laskar yang notabene merupakan garda terdepan partai dan telah mendapat bimbingan teknis (bimtek) nasional ini, diberikan pendidikan serta pembinaan merata untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab sosial mereka.
“Niat saya menjadi anggota DPRD bukan untuk gaya-gayaan menjadi pejabat. Tapi untuk menjadi orang yang memberikan manfaat positif bagi masyarakat, minimal untuk lingkungan sekitarnya,” kata Hj. Tina, Sabtu (19/9/2026) kemarin.
Atas dasar prinsip tersebut, ia mewajibkan kader Partai Gerindra, khususnya Laskar Gerindra, untuk turun langsung melihat kondisi masyarakat. Para laskar ditugaskan untuk hadir, mencatat keluhan warga, dan berupaya memberikan solusi langsung.
Jika membutuhkan penanganan lebih besar, aspirasi tersebut diinstruksikan agar disampaikan secara berjenjang ke struktur kepengurusan partai agar segera direalisasikan. (NARS)



