KUNINGAN – Persoalan lingkungan akibat pembuangan sampah ilegal di Desa Babakanreuma, Kecamatan Sindangagung, mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Kabupaten Kuningan, Sri Laelasari. Didampingi Kabid Sumber Daya Air Dinas PUTR Kuningan, Rismunandar, Sri melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Kamis (19/6/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Sri menyoroti praktik warga yang membuang sampah di lokasi terbuka yang tak semestinya, hingga membentuk gundukan sampah yang mencemari saluran air. Padahal, saluran tersebut merupakan sumber irigasi penting yang mengaliri lahan pertanian warga.
- Haram Main Aman! Pesik Kuningan Ogah Hasil Seri Kontra Unaaha FC Demi Sapu Bersih Grup BB Liga 4
- Sempat Terjadi Rivalitas, Pasca Terbit SK, Sekretaris DPC PPP Kuningan Ungkap Rekonsiliasi
- Arah Baru DPC PPP Kuningan Siap Padukan Politik Modern dan Kekuatan Pesantren
- Semakin Dekat Menuju Liga 3, Pesik Kuningan Hanya Butuh Hasil Seri untuk Lolos ke 8 Besar Piala Presiden
- Selain 9 Titik, Puluhan Titik di Kuningan Juga Akan Terdampak Pemadaman Listrik Selasa 23 Juni 2026, Cek Daftarnya!
“Ini sangat memprihatinkan. Sampah tidak hanya mengganggu pemandangan, tapi juga berdampak langsung pada pertanian warga karena mencemari saluran air,” ujar Sri di lokasi.
Ia pun meminta Pemerintah Desa Babakanreuma segera menutup akses ke lokasi pembuangan sampah ilegal tersebut dan tidak lagi membiarkan tempat itu menjadi titik pembuangan liar.
Menurutnya, tindakan tegas harus dibarengi dengan edukasi kepada warga agar tidak mengulangi kebiasaan membuang sampah sembarangan.”Saya minta pemdes segera melakukan penutupan dan mencari solusi permanen. Tapi yang tidak kalah penting, masyarakatnya juga harus diajak untuk peduli. Kesadaran bersama adalah kunci,” tegas Sri.
Menurut Sri, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi perlu melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Ia mendorong adanya sosialisasi yang berkelanjutan agar warga memahami dampak buruk sampah terhadap kesehatan, pertanian, dan kualitas hidup.
Dirinya mengapresiasi upaya Pemerintah Desa Babakanreuma yang telah membangun sistem pengelolaan sampah mandiri tak jauh dari lokasi pembuangan. Di tempat tersebut, sampah rumah tangga dipilah dan dicacah oleh dua tenaga kerja lokal.


Sampah plastik yang masih bernilai ekonomis dijual kembali, sementara residu dibakar di tempat pembakaran khusus yang disiapkan desa.“Saya melihat ada niat baik dari desa dalam mengelola sampah. Ini patut didukung. Tapi warga juga harus lebih disiplin dan sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid SDA Dinas PUTR, Rismunandar, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan berkoordinasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas LH, agar saluran irigasi yang terdampak dapat segera dibersihkan dan kembali berfungsi optimal. (NARS)














