KUNINGAN – Pengelola Arboretum Arunika menerima kunjungan kerja gabungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan, Jumat (19/12/2025). Di hadapan rombongan yang terdiri dari Ketua DPRD serta pimpinan Komisi I, II, III, dan IV, Kepala Arboretum Arunika, Maryoto, menjelaskan secara rinci roadmap pengelolaan kawasan yang berfokus pada penyelamatan ekologi.
Dalam pertemuan di kawasan Desa Cisantana tersebut, Maryoto menegaskan bahwa Arboretum dibangun bukan sekadar sebagai tempat wisata, melainkan sebagai benteng konservasi.
- Djoni Toat Muljadi Kembali Pimpin FOBI Jabar, Fokus Bidik Kesuksesan Porprov XV 2026
- Persib Bandung Raih 3 Poin Atas PSIM, Tinggalkan Borneo FC di Puncak Klasemen
- Gol Kilat Matricardi Bawa Persib Ungguli PSIM 1-0 di Paruh Pertama, Asa Maung Bandung Pertahankan Takhta Puncak
- Pemadam Kebakaran Kuningan Belum Jadi Dinas Mandiri, Bupati Ungkap Kendala Anggaran
- Peringati Ulang Tahun Satpol PP, Damkar dan Satlinmas, Bupati Kuningan: Mereka Napas Keamanan Daerah
Kawasan ini difungsikan sebagai pusat koleksi tumbuhan khas Kabupaten Kuningan, mencakup spesies dari dalam maupun luar kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai yang berperan sebagai tanaman pionir.
“Pengembangan Arboretum ini kami arahkan untuk mendukung pelestarian lingkungan secara total. Ribuan bibit pohon telah kami siapkan untuk ditanam secara bertahap guna menghijaukan kawasan,” jelas Maryoto kepada para wakil rakyat.
Menjawab pertanyaan dewan terkait jenis vegetasi, Maryoto memaparkan bahwa salah satu komoditas unggulan yang tengah dikembangkan adalah pohon Gaharu. Pemilihan jenis ini didasarkan pada pertimbangan ganda: manfaat lingkungan dan potensi kesejahteraan.
“Kami menanam bibit gaharu karena selain mendukung fungsi ekologis yang kuat, tanaman ini juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan di masa depan,” paparnya.
Lebih lanjut, Maryoto menjabarkan bahwa pengelolaan Arboretum Arunika berpegang pada lima pilar fungsi utama. “Target kami, kawasan ini menjalankan fungsi sebagai konservasi dan penyangga air, pusat penelitian, pusat pendidikan, wisata berbasis konservasi, serta penyedia jasa lingkungan,” tegasnya.
Kunjungan lintas komisi ini juga diisi dengan aksi penanaman pohon bersama antara pihak DPRD dan pengelola. Maryoto menyambut positif atensi dan masukan yang diberikan oleh para legislator.
Menurutnya, saran dari DPRD sejalan dengan komitmen pengelola untuk menjaga kawasan tetap hijau dan lestari.”Kami sangat mengapresiasi kunjungan dan masukan dari DPRD Kabupaten Kuningan. Ini menjadi penguatan bagi kami untuk terus mengelola kawasan sesuai prinsip pelestarian lingkungan dan regulasi yang berlaku,” katanya. (Nars)

























