

KUNINGAN – Dalam upaya memperkuat transparansi informasi publik, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan menggelar dialog terbuka bertajuk “Coffee Morning” bersama puluhan awak media di Ruang Rapat Lapas, Selasa (18/11).
Kegiatan ini dimanfaatkan Kalapas Kuningan, Sukarno Ali, untuk membeberkan secara terbuka berbagai program pembinaan dan strategi keamanan yang sedang berjalan di balik tembok penjara.
- Ketua DPRD Kuningan Tuding Eksekutif Sepelekan Revisi RTRW dan Tak Hargai Rakyat
- Kepala Dinas Kompak Absen, Audiensi RTRW Kuningan Dibubarkan: Relawan Lingkungan Ancam Aksi Massa
- Kuningan Simpan Segudang Bakat Sepak Bola Putri, Akademi Persib dan Askab PSSI Kuatkan Sinergi Pembinaan
- Semarakkan Malam Kemerdekaan, Sekretariat DPRD Kuningan Antusias Ikuti Pawai Taptu
- Babinsa Luragung dan Warga Cileuya Kompak Sulap Jalan Gang Lebih Asri
Pada dialog yang santai namun berisi, Sukarno Ali memaparkan sejumlah program prioritas yang tengah digenjot. Fokus utamanya adalah pengembangan pembinaan kemandirian yang inovatif, seperti greenhouse budidaya melon premium, peternakan ayam petelur, serta budidaya perikanan modern menggunakan sistem kolam coir shade.
“Ini adalah bagian dari upaya kami memberikan bekal keterampilan nyata bagi warga binaan,” ujar Sukarno Ali.
Selain program kemandirian, Kalapas juga menegaskan komitmen serius dalam pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika (Halinar). Ia menjelaskan, langkah ini ditempuh melalui penguatan layanan Wartelsus (Warung Telekomunikasi Khusus) untuk memutus komunikasi ilegal, serta kolaborasi intensif dengan BNN dan Polres Kuningan.
Menjawab pertanyaan awak media mengenai isu klasik over kapasitas, Sukarno Ali tidak menampik kondisi tersebut. Namun, ia menjamin bahwa layanan dasar bagi warga binaan tetap terpenuhi.
“Meskipun ada isu over kapasitas, fasilitas dasar seperti air, makan, listrik, dan layanan kesehatan tetap berjalan baik. Kami menerapkan mekanisme jemput bola untuk memastikan semua hak dasar mereka terpenuhi,” jelasnya.
Kalapas Sukarno Ali juga mengungkap terobosan baru. Pihak Lapas kini tengah aktif menjajaki peluang ekspor produk-produk hasil karya warga binaan ke pasar internasional, khususnya Korea Selatan dan Amerika Serikat.
“Kami berharap kemitraan dengan rekan-rekan media dapat semakin kuat dan berkelanjutan. Kolaborasi ini sangat penting untuk mendukung publikasi positif, memperluas jangkauan informasi resmi, dan membangun opini publik yang konstruktif,” kata Kalapas. (Nars)



