KUNINGAN – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, secara resmi melepas keberangkatan tim futsal kebanggaan daerah, Proton FC, untuk berlaga di kompetisi bergengsi Pro Futsal League 2.


Acara pelepasan yang berlangsung di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan pada Sabtu (4/4/2026) ini menjadi simbol dukungan penuh pemerintah dan masyarakat terhadap kemajuan olahraga futsal di Kuningan.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Sebelum prosesi pelepasan, Presiden Proton FC, Thony Indra Gunawan, melaporkan bahwa timnya telah menjalani persiapan intensif selama tiga bulan. Program latihan meliputi pemusatan latihan (training center) di Bandung dan Jakarta, serta serangkaian uji coba melawan klub-klub kasta tertinggi untuk mematangkan kualitas pemain sebelum terjun ke kompetisi nasional.
“Proton FC adalah satu-satunya wakil dari Kuningan sekaligus Jawa Barat untuk level nasional ini. Kami ingin memberikan warna dan prestasi nyata bagi Kabupaten Kuningan,” ujar Thony dalam laporannya.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk para sponsor seperti HiSense International, RankSports, Jonas, Max Plus, dan Yayasan Manggung Jaya Abadi yang memayungi operasional klub.
Di tempat sama, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar memberikan wejangan, para atlet bukan sekadar pemain bola, melainkan duta yang membawa kehormatan daerah. Beliau menitipkan pesan mendalam agar para pemain menjaga tiga pilar utama selama bertanding:
Bupati mengungkapkan kemenangan adalah tujuan, namun integritas dan etika rendah hati saat menang serta tangguh saat tertekan adalah mahkota abadi bagi atlet Kuningan.


Bupati menjelaskan futsal adalah olahraga yang mengandalkan kebersamaan, sehingga tidak boleh ada pemain yang merasa lebih menonjol sebagai bintang individu.
Sejumlah atlet diminta mematuhi instruksi pelatih dengan disiplin tinggi serta menjaga nama baik daerah yang kini tersemat di pundak mereka.
Prosesi pelepasan ditandai dengan pernyataan resmi Bupati Dian Rachmat Yanuar yang melepas para “pejuang olahraga” tersebut untuk berangkat menuju laga pertempuran.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, atlet Proton FC secara resmi saya lepas untuk bertanding. Berangkatlah dengan nyali yang tak pernah padam dan kembalilah dengan membawa penghargaan,” ucap Bupati. (Nars)

























