

KUNINGAN – Guna mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari peredaran Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba (Zero Halinar), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan menggelar inspeksi mendadak (sidak) skala besar.
Sedikitnya 73 personel gabungan lintas instansi diterjunkan untuk merazia blok hunian dan melakukan tes urine pada Senin (6/4/2026) siang.
- Dukung Kegiatan Warga, Legislator Gerindra Jabar Hj. Tina Wiryawati Gencar Salurkan Aspirasi di Kuningan
- Kepengurusan PSSI Jabar 2026–2030 Resmi Dilantik, Apresiasi Thony Proton untuk Buky Wibawa Usung Kolaborasi Tiga Pilar
- Sabet Penghargaan The Best Leader Partnership Ketiga Kalinya, Ketua DPRD Kuningan Tekankan Pentingnya Kemitraan Kritis
- Jangan Cuma Retorika! Pengamat Minta Bupati Kuningan Tindak Tegas Oknum Perizinan Nakal
- Mengagungkan Tokoh Munafik Dinilai Membawa Ancaman Bagi Moral dan Tatanan Masyarakat
Operasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 sekaligus menindaklanjuti Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Sinergi penegakan ketertiban ini tak hanya melibatkan petugas internal Lapas Kuningan, tetapi juga menggandeng aparat penegak hukum dari Polres Kuningan, Kodim 0615, BNNK Kuningan, serta perwakilan Tim Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Barat.
Sebelum melakukan penggeledahan sel, rangkaian operasi diawali dengan tes urine sebagai deteksi dini penyalahgunaan narkotika yang difasilitasi oleh BNNK Kuningan. Tes ini dilakukan secara acak kepada 58 petugas Lapas dan 31 warga binaan.
Hasilnya, seluruh sampel yang diperiksa dinyatakan negatif, membuktikan terjaganya integritas di dalam lingkungan Lapas.Usai tes urine, puluhan personel gabungan langsung bergerak menyisir tiga blok hunian, yakni Blok I Bawah, Blok II Atas, dan Blok Wanita.
Petugas menggeledah setiap sudut kamar narapidana secara teliti dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis. Petugas memastikan tidak menemukan adanya barang-barang terlarang yang masuk ke dalam sel.
Hasil sidak dinyatakan nihil dari handphone, senjata tajam, maupun narkotika. Petugas hanya mengamankan beberapa barang bawaan warga binaan yang tidak sesuai peruntukannya, seperti sendok besi, gelas kaca, piring, dan korek api. Barang-barang sitaan tersebut kemudian didata dan langsung dimusnahkan agar tidak memicu gangguan keamanan.
“Kegiatan ini berjalan aman, tertib, dan kondusif. Ini adalah bentuk komitmen nyata kami dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari Halinar di wilayah Kuningan,” terang Kalapas Sukarno Ali usai memimpin razia.
Sukarno menambahkan, momentum HBP ke-62 ini menjadi pemicu bagi Lapas Kelas IIA Kuningan untuk terus memperkuat koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) di daerah. Ke depannya, frekuensi pengawasan baik secara rutin maupun insidentil akan terus ditingkatkan demi menjaga stabilitas keamanan serta mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berintegritas tinggi. (Nars)



