

KUNINGAN – Megaproyek Jalan Lingkar Timur Selatan (JLTS) Kabupaten Kuningan perlahan tapi pasti mulai menunjukkan titik terang. Tak sekadar janji manis di atas kertas, tim teknis dari pemerintah pusat kini sudah turun gunung melakukan uji pengeboran lahan di Kuningan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kuningan, Teddy Sukmajayadi, membocorkan progres krusial terkait megaproyek tersebut. Menurutnya, lobi-lobi maraton yang dilakukan Pemkab Kuningan ke pusat mulai membuahkan hasil nyata.
“Per hari ini, teman-teman dari Balai (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI-Jabar) sudah sekitar seminggu berada di Kuningan. Mereka turun tangan me-review langsung Detail Engineering Design (DED) yang kami usulkan. Bahkan, saat ini sedang dilakukan pengeboran untuk mengecek kondisi tanah,” beber Teddy.
Teddy menjelaskan, turunnya tim pusat merupakan langkah lanjutan setelah kelengkapan readiness criteria disodorkan oleh Pemkab. Ia menegaskan, percuma daerah memiliki jalur ‘orang kuat’ di kementerian jika secara tata administrasi dan prosedur perencanaan teknis tidak dipenuhi dengan baik.
- Bupati Kuningan Unjuk Prestasi di Hadapan Gubernur, KDM Tekankan Pentingnya Keteladanan Pemimpin
- Gubernur Dedi Mulyadi Soroti RTRW Kuningan: Kelestarian Gunung Ciremai Adalah Nadi Kehidupan
- Hari Jadi ke-528 Kuningan: Ekonomi Melesat 7 Persen Tanpa Tinggalkan Budaya Lokal
- Ramai Flyer Wabup Tuti untuk Bupati Dian, Pengamat: Beneran “Pecah Kongsi”?
- Perkuat Ekosistem Bisnis, Homeless Media Ciayumajakuning Jajaki Kolaborasi dengan GEKRAF Cirebon
Manuver Pemkab Kuningan untuk mengamankan kucuran dana JLTS ini memang digeber dari berbagai lini. Di saat tim teknis pusat mengecek lahan di Kuningan, Teddy menyebut Bupati Kuningan bersama Kepala Dinas PUTR tengah berada di Senayan untuk beraudiensi langsung dengan Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, serta legislator Golkar, Daniel Mutaqien.
Kerja keras lintas sektoral ini membuahkan hasil positif. Teddy mengungkapkan, dokumen JLTS kini resmi bertengger di dalam draf rencana strategis Balai Jabar-DKI Kementerian PUPR.
“JLTS ini masuk sebagai salah satu dari enam proyek strategis nasional di Jawa Barat yang akan digarap pusat. Kita bersaing dengan proyek besar lain seperti flyover kereta api Cirebon hingga kawasan Subang Patimban. Alhamdulillah, Kuningan masuk radar mereka,” ungkap Teddy.
Meski angin segar sudah berhembus, Teddy mengingatkan bahwa pencairan anggaran fisik jalan baru adalah proses yang sangat panjang dan butuh ketelatenan. Ia mencontohkan sejarah pembangunan Jalan Lingkar Timur (Utara) yang memakan waktu bertahun-tahun sejak era mendiang Bupati Aang Hamid Suganda.
“Konsepnya ini bersaing antardaerah. Ngusulinnya bolak-balik, belum karuhan (pasti) kapan uangnya turun. Tapi ikhtiar kita pantang lelah, prosedur yang diminta kementerian kita penuhi dari A sampai Z,” ujarnya.
Sementara itu, menyinggung soal status lahan warga yang akan tergerus lintasan JLTS, Teddy memastikan bahwa Bidang Pertanahan DPUTR saat ini tengah memproses perpanjangan Penetapan Lokasi (Penlok) yang masa berlakunya telah habis.
“Penlok kita perpanjang sesuai undang-undang. Untuk lampiran peta bidang tanah, nama-nama desa, hingga pemiliknya dipastikan tetap, tidak ada perubahan sama sekali. Karena kalau rutenya berubah, otomatis kita harus merombak desain dari awal lagi,” sebut Teddy. (Nars)



