

CIREBON — Setelah merampungkan pelatihan teknologi di Kuningan, rangkaian workshop Homeless Media Ciayumajakuning berlanjut di SINAU Tabalong, Kota Cirebon. Sesi kedua ini menitikberatkan pada pengembangan wirausaha media, legalitas, hingga perumusan rencana tindak lanjut komunitas untuk berkolaborasi dengan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAF) Cirebon.
- Perkuat Ekosistem Bisnis, Homeless Media Ciayumajakuning Jajaki Kolaborasi dengan GEKRAF Cirebon
- Adaptasi Era Konvergensi, Media Homeless Ciayumajakuning Bedah Pemanfaatan AI di Kuningan
- Dari Hidroponik Hingga Ayam Petelur, BUMDes Karya Mandiri Terus Kembangkan Potensi Desa Peusing
- OJK Cirebon Gerakkan Budaya Menabung Pelajar Ciayumajakuning Sejak Dini
- Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Langkah Pemkab Kuningan Kebut Perbaikan Jalan Prioritas
Pertemuan di Cirebon ini menjadi tonggak sejarah dengan dikukuhkannya struktur organisasi Homeless Media Ciayumajakuning. Dalam forum tersebut, Safrul Bakti resmi ditunjuk sebagai Pembina, sementara Panji Prayitno didapuk menjadi Ketua Komunitas.
Panji Prayitno mengungkapkan, pembentukan komunitas ini lahir dari keresahan yang sama terkait persoalan bisnis, algoritma, hingga aspek hukum yang sering menjerat pegiat media sosial.
“Kita membutuhkan wadah bersama agar media-media lokal bisa saling mendukung, bertukar pengetahuan, memperkuat jaringan, dan menghadapi berbagai persoalan dalam pengelolaan media digital,” kata Panji.
Dalam diskusi tersebut, aspek hukum dan hak cipta menjadi sorotan utama. Kasus teguran UU ITE yang dialami akun Instagram Cirebon Berita akibat me-repost konten milik institusi APH di Cirebon dijadikan studi kasus agar para anggota komunitas lebih berhati-hati dan memahami etika distribusi informasi digital.
Di samping perlindungan hukum, agenda business coaching dan aktivasi sponsor turut digelar guna memastikan keberlanjutan ekonomi (sustainability) media lokal.
Sebagai langkah strategis memperluas ekosistem ekonomi kreatif, komunitas ini tengah menjajaki kemungkinan untuk bergabung ke dalam ekosistem GEKRAF Cirebon melalui skema pembentukan badan otonom.
Skema ini dinilai ideal karena memberikan kebebasan bagi komunitas untuk mengatur rumah tangganya sendiri, sembari tetap mendapatkan akses kolaborasi dan dukungan luas dari jaringan pengusaha kreatif di wilayah Cirebon. (Nars)



