Kuningan MBG Pemerintahan

Geger Temuan Roti Berjamur di Menu Makan Bergizi Gratis, Kepala SPPG Garawangi Klarifikasi Begini‎‎

KUNINGAN – Heboh temuan roti berjamur pada paket menu keringan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu keluhan keras dari warga. Menanggapi indikasi makanan yang dinilai tidak layak konsumsi tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Garawangi, Nur Ikhwan, akhirnya angkat bicara memberikan klarifikasi dan langkah penanganan cepat.

‎‎Nur Ikhwan menjelaskan kronologi masuknya pasokan roti buah yang kini menjadi sorotan tajam tersebut. Menurutnya, pihak SPPG telah melakukan prosedur pengecekan Quality Control (QC) sebelum makanan didistribusikan kepada siswa penerima manfaat.‎‎

“Pengiriman roti buah dari pihak supplier sampai ke fasilitas SPPG itu pada Rabu, 25 Februari 2026, sekitar pukul 18.30 WIB. Adapun proses pengemasan (packing) ke dalam tote bag baru kami mulai pada malam harinya pukul 21.30 WIB,” beber Ikhwan merinci kronologi kejadian.‎‎

Lebih lanjut, Ikhwan menegaskan bahwa timnya tidak bekerja asal-asalan. Pada saat proses packing berlangsung, seluruh roti buah melewati tahapan sortir kelayakan dengan ketat.‎‎”Saat disortir dan dimasukkan ke dalam tote bag, memang tidak ada indikasi visual bahwa roti-roti tersebut berjamur. Semuanya terlihat normal,” tegasnya.‎‎

Dalam klarifikasinya, Ikhwan juga mengungkapkan bahwa produk roti buah yang menjadi menu MBG tersebut bukanlah pabrikan industri besar, melainkan dipasok dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terdekat. Langkah ini awalnya diambil sejalan dengan semangat program MBG untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar.‎‎

Kunci Ketinggalan, 50 Menit Damkar Kuningan Berjibaku Buka Pintu Mobil Warga

Setelah proses pengemasan rampung pada malam hari, armada SPPG Garawangi mulai bergerak mendistribusikan paket makanan tersebut kepada para Penerima Manfaat sejak pukul 06.30 WIB di pagi harinya.

Sayangnya, kondisi roti diduga berubah cepat dan memunculkan jamur saat tiba di tangan penerima.‎‎

Tak ingin persoalan ini berlarut dan merugikan anak-anak penerima manfaat, pihak SPPG Garawangi langsung mengambil tindakan tegas. Ikhwan mengaku telah berkoordinasi intensif dengan pihak yayasan selaku penyelia bahan baku untuk menegur keras supplier.‎‎

“Saya sudah minta yayasan agar segera mengomunikasikan temuan fatal ini dengan supplier UMKM terkait. Ini harus dievaluasi total agar ke depannya kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” paparnya.‎‎

Sebagai bentuk tanggung jawab penuh, SPPG Garawangi menginstruksikan penarikan massal terhadap produk cacat tersebut. Ikhwan telah menginstruksikan seluruh Person In Charge (PIC) di lapangan agar segera menyortir ulang dan menarik roti yang terindikasi tidak layak konsumsi.‎‎

Bukan Sekadar Tempat Healing, Desa EKI Situ Cipanten Bakal Bikin Warga Makin Cuan!

“Roti yang berjamur kami minta dikembalikan ke SPPG, lalu akan kami retur total kepada pihak supplier. Sebagai kompensasi, SPPG akan mengganti seluruh roti yang tidak layak tersebut dengan yang baru pada hari Senin, 2 Maret 2026 mendatang,” pungkas Ikhwan berjanji.‎ (Nars)

× Advertisement
× Advertisement