KUNINGAN – Upaya menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) Padaringan. Program ini kembali digelar di Desa Padamulya, Kecamatan Maleber, pada Selasa, 4 Maret 2025, dengan menyediakan bahan pokok berkualitas dengan harga terjangkau.
Gerakan Pangan Murah yang mengusung tagline “DIRAHMATI” (Diskon Ramadan Hemat Tahan Inflasi) ini menjadi salah satu strategi utama Pemkab Kuningan dalam mengendalikan harga pangan di pasaran, terutama menjelang Idul Fitri.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk memperluas akses pangan murah bagi masyarakat, sekaligus mengurangi beban ekonomi rumah tangga.”GPM Padaringan merupakan bagian dari program prioritas yang dirancang untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan tanpa harus terbebani lonjakan harga menjelang Lebaran,” ujar Dr. Wahyu.
Stabilitas Harga Pangan dan Dukungan bagi Produk Lokal
Selain menyediakan bahan pangan dengan harga lebih murah dibandingkan pasar, program ini juga menjadi ajang promosi bagi produk pangan lokal. Dr. Wahyu menjelaskan bahwa berbagai komoditas yang dijual dalam GPM meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, aneka cabai, telur ayam, serta daging ayam dan sapi.
“Selain mengendalikan harga, program ini juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dengan memberdayakan produk lokal. Dengan demikian, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh konsumen, tetapi juga oleh petani dan pelaku usaha pangan di Kuningan,” tambahnya.


Antusiasme Tinggi, Stok Ludes dalam Waktu Singkat
Masyarakat Desa Padamulya menyambut baik program ini. Harga yang lebih murah dibandingkan pasar membuat berbagai kebutuhan pokok cepat terjual habis.
Salah satu warga, Suhendar, mengaku terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah.”Di tengah harga-harga yang semakin naik, program ini sangat membantu kami. Semoga bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak desa,” ujar Suhendar.
Pemkab Kuningan menargetkan pelaksanaan GPM di 15 desa selama bulan Ramadan. Pemilihan lokasi didasarkan pada tingkat kerentanan pangan dan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. Langkah ini diharapkan bisa menjaga kestabilan harga di berbagai daerah, sehingga dampak inflasi dapat ditekan secara efektif.
Langkah Konkret Pemkab Kuningan Hadapi Inflasi
Dengan lonjakan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang Ramadan dan Idulfitri, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu solusi nyata dalam menjaga kestabilan ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah terus berupaya memperluas cakupan program ini agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. (Nars)
























