

KUNINGAN – Tim Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University menghadirkan inovasi terpadu berbasis riset di Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Langkah strategis ini dilakukan melalui penerapan konsep Agro-Livestock Ecosystem berbasis peternakan domba untuk memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan masyarakat pedesaan.
Inovasi tersebut lahir dari besarnya potensi peternakan domba di Desa Singkup yang berada di kawasan lereng Gunung Ciremai. Meskipun tradisi beternak telah berlangsung turun-temurun, sebagian besar warga masih mengelolanya secara tradisional, sementara potensi pakan alami seperti jerami padi, batang jagung, dan limbah sayuran belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui pendekatan pertanian sirkular, Tim Dospulkam IPB University mengintegrasikan sektor pertanian dan peternakan ke dalam satu ekosistem yang saling menguntungkan. Limbah pertanian diolah menjadi pakan fermentasi berkualitas tinggi, sedangkan feses dan urine domba diproses kembali menjadi pupuk organik padat dan cair yang memiliki nilai jual.
Ketua Tim Dospulkam IPB University, Dr. Asep Taryana, S.T.P., M.M., mengungkapkan, program ini bertujuan membangun ekosistem ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan. Tim dosen yang terlibat di antaranya Ir. Retnaningsih, M.Si., Febriantina Dewi, S.E., M.M., M.Sc., Dr. Siti Jahroh, B.Sc., M.Sc., serta Fuad Wahdan Muhibuddin, S.Pi., M.M.
- Identitas Terungkap Lewat KTP, Keluarga Korban Penemuan Kerangka di Kuningan Tolak Otopsi
- Komitmen Bantu Rakyat, DPD PAN Kuningan Luncurkan Empat Program Terobosan
- Geger! Warga Temukan Kerangka Manusia di Sukamukti Kuningan, Ada KTP Diduga Warga Sidamulya
- Ratusan Warga Padati Kodim Kuningan, Berobat dan Khitanan Gratis di HUT ke-81 TNI
- Dari Jet Shooter Antisipasi Karhutla hingga Trash Barrier, Tina Wiryawati Berdayakan Laskar Gerindra Bantu Warga
“Limbah pertanian yang selama ini belum termanfaatkan dapat diolah menjadi pakan berkualitas, sementara limbah peternakan diubah menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomi,” ujar Dr. Asep Taryana. Ia menambahkan, pendekatan ini memberi masyarakat peluang usaha baru tanpa mengabaikan faktor kelestarian lingkungan.
Pelaksanaan program dilakukan secara partisipatif melalui berbagai tahapan kegiatan yang melibatkan warga desa secara langsung. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, penguatan kelompok ternak, pelatihan manajemen pakan berbasis limbah, pelatihan budidaya domba modern, workshop pengolahan pupuk organik, penerapan digitalisasi, hingga pendampingan dan monitoring berkala.
Apresiasi tinggi disampaikan oleh Kepala Desa Singkup atas kehadiran akademisi IPB University di wilayahnya. Menurutnya, program ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kapasitas para peternak lokal agar mampu mengelola usaha secara modern, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
Dukungan senada diutarakan Direktur Utama BUMDes Desa Singkup yang menilai sinergi ini membuka ruang bagi lahirnya unit usaha baru. Pengembangan produk pupuk organik serta penguatan kelembagaan kelompok ternak diyakini dapat menjadi fondasi utama dalam menggerakkan roda perekonomian desa.
Model Agro-Livestock Ecosystem di Desa Singkup ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia. Kolaborasi erat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, BUMDes, dan kelompok peternak menjadi kunci utama mewujudkan desa yang tangguh serta mampu mengelola potensi lokal secara berkelanjutan. (Nars)



