KUNINGAN – Di tengah isu miring di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kuningan, Ketua DPD KNPI Kuningan Ahmad Jayadi membuktikan bahwa organisasi kepemudaan ini masih solid. Melalui agenda silaturahmi dan buka bersama yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan, Kamis (27/3), Kang Ajay, sebutan Ahmad Jayadi, menegaskan bahwa kebersamaan dan sinergi tetap terjaga di antara pengurus.
- Bawa Tren Dunia, Padelazo Resmi Menjelma Sebagai Episentrum Olahraga Padel Pertama di Kuningan
- Hadapi Krisis Geopolitik Global, Pengusaha Muda Kuningan Farid Nugraha Bagikan Jurus ‘Survival Mode’ untuk UMKM
- Kunjungi dan Bantu Korban Musibah Kebakaran, Nuzul Rachdy: Ikut Prihatin
- Mulai Lusa, Ketua DPRD Kuningan Ikuti Retreat di Magelang
- Dugaan Pencemaran Limbah ke Pemukiman, Tim Gabungan Sidak IPAL Mie Gacoan Kuningan
Sebelumnya, sejumlah Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI sempat mempertanyakan kepemimpinan Jayadi dan mengkritisi kurangnya koordinasi dalam menjalankan program-program organisasi. Namun, dalam acara yang dihadiri oleh seluruh DPK KNPI se-Kabupaten Kuningan tersebut, Jayadi menunjukkan bahwa komunikasi dan kebersamaan antar-pengurus tetap berjalan baik.
“Silaturahmi ini menjadi bukti bahwa KNPI Kuningan tetap solid. Kita ingin memastikan bahwa seluruh elemen kepemudaan tetap bersatu untuk bersama-sama membangun daerah,” ujar Ajay dalam sambutannya.


Kegiatan ini pun menjadi momentum penting bagi para pengurus untuk berdiskusi dan menyamakan visi dalam memperkuat peran KNPI sebagai wadah pemuda di Kabupaten Kuningan. Beberapa pengurus DPK yang sebelumnya mengkritisi kepemimpinan Jayadi mengakui bahwa forum ini menjadi ruang untuk memperjelas arah dan strategi organisasi ke depan.
Selain mempererat kebersamaan, acara ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan program-program yang telah dan akan dijalankan oleh DPD KNPI Kuningan. Dengan kebersamaan yang kembali ditekankan dalam pertemuan ini, diharapkan KNPI Kuningan tetap menjadi organisasi yang kuat dan berperan aktif dalam pembangunan daerah. (Nars)

























