

KUNINGAN,- Para kepala desa maupun lurah diharapkan harus peduli terhadap kebakaran di wilayah kerjanya, jangan sampai terjadi pembiaran atau acuh tak acuh ketika ada kebakaran.
“Bahkan yang menghubungi UPT Damkar melalui telepon justru orang lain, bukan pejabat desa/kelurahan,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran, Andri Arga Kusumah, sebelum rapat RAPBD 2027 di DPRD Kabupaten Kuningan, Rabu (14/102026).
- Kerap Jadi Sasaran Pinjol Ilegal dan Judi Online, 300 PMI Indramayu Dibekali Literasi Keuangan
- Polres Kuningan Gelar Lomba Satkamling 2026, Perkuat Keamanan Swakarsa Berbasis Masyarakat
- Selama 1,5 Jam Petugas Padamkan Kebakaran Lahan 3 Hektar di Walaharcageur
- Sat Lantas Polres Kuningan Gelar Program “Polisi Sahabat Pelajar” di SMPN 1 Kadugede, Sosialisasi Tertib Lalu Lintas hingga Anti-Bullying
- Kades Harus Peduli terhadap Kebakaran
Lebih lanjut ia mengatakan, para kades atau lurah sebaiknya mengingatkan warga masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah maupun saat membersihkan lahan kebun karena pada musim kemarau ini api akan cepat merembet ke tempat lain dan hal itu sangat berbahaya.
“Saya pernah mengalami situasi yang cukup menjengkelkan, suatu ketika terjadi kebakaran di salah desa namun saat anggota Damkar bekerja memadamkan api eh warga masyarakat di sekitar lokasi kebakaran hanya diam menonton bukan ikut membantu,” katanya.
Disebutkan, hingga akhir September 2026, jumlah kebakaran tercatat 35 dan lebih banyak terjadi pada lahan, sedangkan penyelamatan tidak ada korban jiwa, berbeda dengan tahun kemarin ada satu orang warga yang meninggal karena sengatan tawon.
Penanganan pohon tumbang, tahun ini jumlahnya lebih sedikit sebab pohon tumbang biasanya berkaitan dengan curah hujan yang tinggi dan angin kencang, sementara sampai dengan sekarang curah hujan di Kabupaten Kuningan masih kecil dan itu pun jarang terjadi.
Mengenai sarana dan prasarana, tahun ini mendapat bantuan dari Pemda Kuningan berupa Alat Perlindungan Diri (APD) 52 set pada waktu Peringatan HUT Damkar 2026 di halaman Setda Kuningan. APD tersebut berupa Helm Damkar, Baju dan Celana Tahan Api (Fire Resistant Suit / Nomex Suit), Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) atau Tabung dan masker pernapasan mandiri, Sarung Tangan Tahan Api (Fire Gloves), Sepatu Tahan Api (Fire Boots) dan Hood (Penutup Kepala/Leher).
Sedangkan armada Damkar belum ada tambahan dan kondisi masih tetap sama, bahkan kemarin satu kendaraan tanki sudah diperbaiki sehingga turun mesin. Kondisi armada Damkar memang memprihatinkan karena banyak tanki yang sudah bocor tidak bisa menyimpan air rerlalu lama, maka untuk penanganan kebakaran tanki harus diisi dulu hingga penuh.
“Mudah-mudahan di APBD Perubahan 2026 atau RAPBD 2027 Pemda menganggarkan untuk perbaikan sarana dan prasarana Pemadam Kebakaran Kuningan,” harap Andri. (Pewarta: deha)



