
KUNINGAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Gunung Ciremai tak hanya menyisakan medan perjuangan berat bagi tim pemadam, tetapi juga memunculkan aksi kemanusiaan dan kepedulian lingkungan yang menyentuh hati.
Di tengah pekatnya asap dan kepungan api, seorang anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Paguyuban Silihwangi Majakuning, Dodo, berhasil menyelamatkan seekor anakan surili (Presbytis comata) – satwa endemik sekaligus satwa kunci di Gunung Ciremai.
- Kisah Haru Pemadaman Karhutla Ciremai: Anggota MPA Selamatkan Anakan Surili dari Pohon Hangus
- Helikopter TNI AU dan KDM Turun di Majalengka, Water Bombing Karhutla Gunung Ciremai Segera Dilakukan Siang Ini
- Medan Ekstrem dan Titik Api Bandel: BPBD Kuningan Kerahkan Personel Jalan Kaki Jangkau Lokasi Karhutla Taman Nasional
- Berapa Luasan Terdampak Kebakaran Gunung Ciremai? BTNGC Ungkap Begini
- Berjibaku Bantu Padamkan Kebakaran Gunung Ciremai, Ini Strategi yang Dikerjakan MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning
Dodo mengisahkan, insiden penyelamatan tersebut bermula sekitar pukul 23.00 WIB. Saat sedang berpatroli dan memadamkan api, ia mendengar suara rintihan satwa terlindungi tersebut dari atas pohon saninten yang telah hangus dan kering.
“Awalnya anakan surili ini teriak-teriak saat mau dilepasliarkan. Karena mendengar suara anaknya, induk surili akhirnya mendekati. Alhamdulillah, sekarang anak surili sudah ada di dekapan hangat induknya,” ujar Dodo, Jumat (23/10/2026).
Setelah berhasil dievakuasi malam itu, anakan surili langsung dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya pada keesokan harinya. Momen emosional terjadi saat sang induk merespons teriakan anaknya dan langsung membawa satwa mungil itu kembali ke ekosistemnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Silihwangi Majakuning, H. Nandar Junar Arif, menjelaskan, pihaknya terus berkomitmen penuh dalam mengawal dan melindungi kawasan hulu Jawa Barat tersebut, khususnya di musim kemarau yang rawan timbulnya titik api.
Menurut Nandar, Gunung Ciremai memiliki peran vital sebagai “menara air” yang menyokong kehidupan masyarakat di sekitar Jawa Barat. Oleh karena itu, perlindungan ekosistem merupakan harga mati.
“Kami hadir di sini tak hanya untuk pemadaman karhutla dan memelihara tegakan pohon, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem flora dan fauna. Surili ini adalah satwa dilindungi dan menjadi satwa kunci kebanggaan Jawa Barat,” tegas Nandar saat dikonfirmasi, Jumat sore.
Kehadiran para relawan MPA di lapangan menjadi garda terdepan untuk memastikan ekosistem Gunung Ciremai tetap terjaga dari ancaman kerusakan yang berpotensi memicu bencana ekologis bagi pemukiman warga di lereng gunung. (NARS)
