

KUNINGAN — Puluhan warga binaan di Panti Rehabilitasi Padepokan Ciptawening, Desa Subang, Kabupaten Kuningan, dilaporkan mengalami krisis logistik. Selama dua bulan terakhir, para penghuni panti tersebut terpaksa mengonsumsi mie instan dan singkong sebagai makanan pokok sehari-hari akibat menipisnya stok pangan.
Pengasuh Padepokan Ciptawening, Mukdiana atau yang akrab disapa Kang Iyan, menjelaskan bahwa panti yang dikelolanya menampung berbagai kategori warga binaan.
- Jangan Cuma Retorika! Pengamat Minta Bupati Kuningan Tindak Tegas Oknum Perizinan Nakal
- Mengagungkan Tokoh Munafik Dinilai Membawa Ancaman Bagi Moral dan Tatanan Masyarakat
- Desak Implementasi UU Pelindungan Ketenagakerjaan Baru, KSPSI Kuningan Datangi DPRD dan Disnaker Soroti Outsourcing hingga PKWT
- Layanan MBG Dapur Jagara Dihentikan Sementara, Terkendala Pencairan Dana BGN
- Jajaran Polsek Ciawigebang dan Polsek Darma Gencarkan Sambang Warga serta Penilaian Lomba Satkamling
Mereka terdiri dari penyintas penyalahgunaan narkoba, penderita penyakit sosial, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), hingga individu dengan berbagai kelainan psikologis.
“Kondisinya saat ini memang memprihatinkan. Untuk memenuhi kebutuhan makan harian, kami hanya bisa memberikan mie instan atau singkong yang ada di kebun. Ini sudah berjalan kurang lebih dua bulan,” ujar Kang Iyan saat dikonfirmasi, Ahad (5/4/2026).
Menurut Kang Iyan, kesulitan ini dipicu oleh keterbatasan biaya operasional panti yang selama ini dikelola secara mandiri. Ia menilai dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kuningan sejauh ini belum maksimal, terutama dalam memberikan bantuan yang bersifat berkelanjutan bagi lembaga rehabilitasi swasta.
Ia mengemukakan bahwa perhatian pemerintah sangat dibutuhkan mengingat kompleksitas penanganan yang dilakukan di Ciptawening. Pasien rehabilitasi narkoba dan gangguan psikologis memerlukan stabilitas logistik dan asupan gizi yang baik untuk menunjang proses pemulihan mereka.
“Kami berharap ada perhatian lebih nyata dari pemerintah daerah. Selama ini bantuan yang masuk belum mampu menutupi kebutuhan pokok warga binaan secara rutin. Padahal, peran kami membantu menangani masalah sosial di Kuningan cukup berat, mulai dari penyintas narkoba hingga ODGJ,” tambahnya.
Saat ini, keberlangsungan proses rehabilitasi di Padepokan Ciptawening sangat bergantung pada ketersediaan logistik yang memadai. Pihak panti berharap Pemda Kuningan melalui dinas terkait dapat segera memberikan solusi konkret guna memastikan kebutuhan dasar para warga binaan terpenuhi dengan layak. (Nars)



