KUNINGAN — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kuningan tidak ingin sekadar mengejar target menjadi pemenang di Pemilu 2029. Pada Ahad (5/4/2026) ini, dalam Muscab PKB Kuningan, digelorakan penguatan kepengurusan partai bahkan hingga pelosok kampung.
Pada Muscab-nya, partai berlambang bola dunia ini mulai memanaskan mesin politiknya lebih awal untuk menyapu bersih kemenangan di Pemilu 2029 mendatang.
- Heboh Isu RTRW Kuningan ‘Dipesan’ Investor, Pejabat Dinas PUTR Buka Suara
- Sejalan dengan Pegiat Lingkungan, Mang Ewo Ingatkan Pemkab Kuningan Jangan Korbankan Zona Konservasi
- Ketua DPRD Kuningan Tegaskan Revisi RTRW Harus Seimbangkan Pariwisata dan Konservasi
- Kuningan Belum Miliki Bangunan SR, Puluhan Siswa Kurang Mampu Terpaksa Sekolah di Cirebon
- Ironi Gunung Mayana: Di Balik Viral Wisata Sunset, Warga Dihantui Krisis Mata Air
Membuka Muscab PKB Kuningan di Grand Cordela Hotel AS Putra, Ahad (5/4/2026), Ketua DPC PKB Kuningan Ujang Kosasih secara gamblang menjelaskan rahasia di balik kenaikan suara partainya pada Pemilu 2024 lalu.
Ujang memaparkan data yang menunjukkan grafik PKB Kuningan yang terus “hijau” dari tahun ke tahun. Dari hanya 2 kursi di 2009, PKB terus merangkak hingga puncaknya pada Pemilu 2024 dengan raihan 91.046 suara yang sukses dikonversi menjadi 8 kursi DPRD.
“Alhamdulillah, dari 2019 ke 2024 kita menambah suara kurang lebih 35.000. Ini hasil kerja kolektif bareng kiai, NU, dan seluruh caleg yang berjuang di lapangan,” ujar Ujang dengan nada optimis.
Enggan terlena dengan zona nyaman, Ujang mengungkapkan target berikutnya adalah institusionalisasi total. Setelah merampungkan struktur di 32 kecamatan dan menggembleng 536 pengurus DPAC, PKB kini membidik level desa hingga kampung.
“Tekad kita bulat: setiap desa di 376 desa/kelurahan harus punya ranting. Bahkan, tiap kampung wajib ada pengurus anak ranting. PKB harus hadir di setiap sudut Kuningan,” ujarnya.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Menurut Ujang, dengan penguatan struktur hingga tingkat “RT/RW” politik, PKB ingin memastikan aspirasi masyarakat terserap secara instan dan loyalitas kader terjaga hingga akar rumput.
Tak hanya bicara soal angka dan struktur, PKB Kuningan juga memamerkan program “politik kehadiran”. Saat ini, delapan anggota Fraksi PKB di DPRD Kuningan telah diwajibkan memiliki mobil siaga.
“Bukan pajangan, mobil siaga ini wajib ada untuk membantu warga yang sakit atau butuh antar-jemput ke rumah sakit. Ini bukti PKB bukan partai yang datang saat Pemilu saja,” tambah Ujang.
Menutup sambutannya, Ujang membakar semangat para kader dengan kredo perjuangan yang akan menjadi kompas menuju 2029: “Jaga kehormatan, rebut kemenangan!” tegasnya. (Nars)














