KUNINGAN – Spekulasi mengenai mutasi besar-besaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan akhirnya terjawab. Sebelumnya, sempat beredar bocoran daftar nama pejabat tinggi pratama yang akan terkena rotasi, dengan jumlah yang disebut-sebut mencapai hampir 30 orang. Namun, dalam pelantikan resmi yang digelar Jumat (13/6/2025) di Aula Obyek Wisata Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, hanya 13 nama pejabat yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si.
Kondisi ini cukup mengejutkan publik birokrasi. Apalagi, daftar yang beredar sebelumnya mengindikasikan perombakan besar di tubuh pejabat struktural.
- Persib Ditempel Ketat Borneo FC, Ini Hitungan Peluang Juara dan Jadwal Sisa Laga
- Kunci Ketinggalan, 50 Menit Damkar Kuningan Berjibaku Buka Pintu Mobil Warga
- Bukan Sekadar Tempat Healing, Desa EKI Situ Cipanten Bakal Bikin Warga Makin Cuan!
- Cegah Longsor dan Banjir, Istri Prajurit ‘Serbu’ Kebun Raya Kuningan untuk Investasi Ekologis
- Tiket Asian Para Games 2026 Aman, Lifter Hilman Buka Jalan ke Nagoya Jepang
Namun Bupati Kuningan menegaskan bahwa rotasi kali ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi secara bertahap, bukan karena tekanan atau agenda politik tertentu.”Mutasi adalah kebutuhan organisasi. Tidak ada yang luar biasa, ini bagian dari evaluasi kinerja. Kita tempatkan orang sesuai kemampuan dan tantangan yang dihadapi,” ujar Bupati Dian dalam sambutannya.
Selain pelantikan dan pengambilan sumpah, seluruh pejabat juga menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan publik yang profesional, bersih, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Berikut 13 pejabat tinggi pratama yang dilantik berdasarkan Keputusan Bupati Kuningan Nomor: 821.22/KPTS.679-BKPSDM/2025.
1. Drs. Deniawan, M.Si. – Dari Kepala Inspektorat menjadi Kepala Dinas P2KBPPPA.
2. Drs. H. Ahmad Juber, M.Si. – Dari Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menjadi Inspektur Daerah.
3. Drs. H. Nurahim, M.Si.– Dari Kepala Bakesbangpol menjadi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.
4. Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si. – Dari Kepala Dinas Perhubungan menjadi Kepala BKPSDM.
5. H. Mochamad Nurdijanto, SH., M.Si. – Dari Staf Ahli Bupati menjadi Kepala Dinas Perhubungan.
6. Drs. H. Dadi Hariadi, M.Si.*l – Dari Staf Ahli Bupati menjadi Asisten Administrasi Umum Setda.
7. Drs. Agus Basuki, M.Si.– Dari Kasatpol PP menjadi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.
8. dr. H. Edi Martono, MARS. – Dari Staf Ahli menjadi Kepala Dinas Kesehatan.
9. dr. Hj. Susi Lusiyanti, MM. – Dari Kepala Dinas Kesehatan menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM.
10. Wawan Setiawan, S.Hut., MT. – Dari Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan.
11. Dr. Asep Taufik Rohman, M.Si., M.Pd. – Dari Kepala BPKAD menjadi Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan.
12. H. Deden Kurniawan Sopandi, A.Ks., M.Si. – Dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan menjadi Kepala BPKAD.
13. dr. Deki Saifullah, MMKes. – Tetap menjabat sebagai Direktur RSUD 45 Kuningan.
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya peran pejabat tinggi pratama sebagai pemimpin perubahan, bukan sekadar pelaksana teknis di masing-masing SKPD.”Jabatan bukan fasilitas, tapi amanah. Kita sedang menghadapi persoalan besar—pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan. Jangan pernah merasa cukup hanya dengan rutinitas. Saatnya kita menjadi bagian dari solusi,” ujarnya penuh penekanan.
Bupati juga menyinggung pentingnya kolaborasi lintas sektor, menolak ego sektoral, serta membangun budaya kerja yang solid di lingkungan birokrasi Pemkab Kuningan.
Pelantikan ini menjadi bagian awal dari tahapan evaluasi kinerja aparatur, dan tidak menutup kemungkinan akan ada rotasi lanjutan di masa mendatang. Bupati menyatakan bahwa ASN sejati bukan bertanya “di mana saya ditempatkan”, melainkan membuktikan “apa yang bisa saya perbuat, kapanpun dan dimanapun”. (NARS)
























