KUNINGAN – Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. kembali menegaskan makna jabatan sebagai sebuah amanah, bukan kemewahan, dalam kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bagi sejumlah pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Wisata Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Jumat (13/6/2025).
Dalam amanahnya, Bupati berbicara dari hati, mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk tidak sekadar menempati posisi, tetapi benar-benar hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kuningan.
- WTP Kuningan, Fraksi Golkar Puji Kinerja Apik Pemkab: Setahun Kerja Positif Kabinet Dian – Tuti
- Juara Grup BB! Tahan Imbang Unaaha FC, Pesik Kuningan Segel Tiket Perempat Final Liga 4 Piala Presiden
- “Hidden Gem” Kuliner Kuningan: Bersembunyi dari Keramaian, Kuah Khas Baso Aci Ambu Bayuning Bikin Ketagihan!
- Rana PDIP: WTP Diraih, Bukan Berarti Laporan Pemkab Kuningan tak Ada Masalah
- Pemkab Kuningan Raih Opini WTP, Pengamat Ingatkan Agar tidak Terjebak Euforia Berlebihan
“Hidup bukan tentang fasilitas, bukan sekadar kenyamanan, tetapi tentang memberi kemanfaatan. Jabatan juga bukan kemewahan, melainkan amanah yang harus ditunaikan,” tegas Bupati di hadapan para peserta pelantikan.
Ia menyinggung langsung persoalan-persoalan utama daerah, seperti pengangguran, kemiskinan, dan rendahnya daya serap angkatan kerja. Menurutnya, tantangan itu bukan hanya tugas satu dua dinas, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh struktur pemerintahan.
“Saya dan Wakil Bupati tidak bisa bekerja sendiri. Ini perjuangan kita bersama. Mari kita mulai dari sekarang. Mumpung masih punya kewenangan, mari kita gunakan sebaik mungkin untuk berbuat, bukan hanya duduk di balik meja,” ujarnya.
Bupati Dian juga menekankan bahwa pejabat tinggi pratama bukan sekadar pengelola organisasi, tetapi harus menjadi pemimpin perubahan. Ia meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk menjadi jantung dan denyut nadi gerak pemerintahan yang adaptif dan responsif terhadap tantangan zaman.
Dalam arahannya, Bupati juga menyinggung pentingnya kerja lintas sektor dan kolaborasi antar-SKPD. Ia mengingatkan agar tidak ada ego sektoral dalam menangani persoalan daerah.“Kemiskinan bukan hanya urusan Dinas Sosial, dan sampah bukan hanya urusan Dinas Lingkungan Hidup. Semua ini tanggung jawab kita bersama. Jangan ada egoisme,” katanya dengan nada serius.
Pelantikan dan mutasi, lanjut Bupati, adalah bagian dari dinamika pemerintahan dan bentuk penyegaran organisasi. Ia menyadari mungkin ada penempatan yang tidak sesuai dengan harapan sebagian pihak, namun menekankan bahwa ASN sejati harus siap ditempatkan di mana saja.
“ASN sejati tidak bertanya di mana saya ditempatkan, tetapi membuktikan apa yang bisa ia lakukan, kapan pun dan di mana pun,” tandasnya.
Di akhir arahannya, Bupati berharap rotasi dan pelantikan ini menjadi awal dari langkah konkret dalam mewujudkan perubahan nyata bagi Kabupaten Kuningan. Ia ingin agar semua pejabat yang dilantik tidak hanya menempati jabatan secara administratif, tetapi benar-benar menghadirkan solusi dan aksi di tengah masyarakat. (NARS)













