

KUNINGAN – Universitas Kuningan (Uniku) kembali mencetak ribuan generasi intelektual. Sebanyak 1.128 mahasiswa resmi dikukuhkan dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-34 di Gedung Student Center (SC) Iman Hidayat Kampus I, Rabu (12/08/2026).
Di tengah perayaan kelulusan yang sakral tersebut, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., memberikan pesan menohok sekaligus tantangan besar bagi para sarjana baru.
Bupati Dian menyampaikan, lulusan perguruan tinggi di era modern tidak seharusnya hanya mengantre menjadi pencari kerja (job seeker). Sebaliknya, mereka dituntut memutar otak untuk menciptakan lapangan pekerjaan (job creator) demi menghidupi diri sendiri dan masyarakat sekitar.
- Tak Perlu Putar Jalan Berjam-jam, Warga Kuningan Kini Nikmati Jembatan Garuda dan Air Bersih
- Wisuda ke-34 Uniku Cetak 1.128 Lulusan, Bupati Kuningan: Jangan Cuma Cari Kerja!
- Geger Polemik Izin RS Permata Kuningan: Eks Kapolsek Diduga Persekusi Aktivis, Rekaman CCTV Diminta Disita
- Buka Konferprov PWI Jabar, Wali Kota Bandung Farhan Minta Jurnalis Dekonstruksi Kerja Jurnalistik di Era Digital
- Api Masih Berkobar di TPSA Ciniru Kuningan, Ancaman Overkapasitas 2027 Jadi Sorotan Utama
“Jangan selalu berpikir di mana nanti saya akan bekerja atau mencari pekerjaan. Sesekali ubahlah mindset. pekerjaan apa yang akan saya ciptakan dan berapa orang yang akan saya ajak tumbuh bersama,” ujar Bupati Dian di hadapan ribuan wisudawan dan tamu undangan.
Menurutnya, generasi muda Kuningan harus berani keluar dari zona nyaman. Keterbatasan kuota pegawai di instansi pemerintahan dan kondisi fiskal daerah menuntut lulusan Uniku untuk berani menjadi entrepreneur, inovator, petani modern, hingga pelaku ekonomi kreatif.
“Yang berhasil dan sukses adalah mereka yang mampu bertahan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kemampuan belajar tidak boleh berhenti hanya karena hari ini kita sudah diwisuda,” tambahnya.
Universitas Kuningan Panen Prestasi Hingga Kancah Internasional
Sementara itu, Rektor Uniku, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., menyebut hari wisuda ini bukanlah akhir, melainkan pintu gerbang menuju panggung kehidupan yang lebih luas.Tahun ini, kata Anna, menjadi momen yang dipenuhi kebanggaan bagi Uniku.
Berbagai prestasi bergengsi berhasil diboyong mahasiswa, mulai dari tingkat wilayah hingga internasional.
Di kancah global, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, Siti Nur Zakiya, sukses menyabet Juara 3 International English Story Telling Competition 2026. Tidak hanya itu, puluhan mahasiswa Uniku kini tengah menjajal pengalaman global melalui Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan magang ke Thailand, Jepang, hingga Taiwan.
Dalam bidang inovasi, Inkubator Bisnis Kewirausahaan Uniku baru saja dianugerahi predikat bergengsi, yakni Akreditasi ‘A’ dari Kementerian Koperasi dan UKM RI.”Predikat tersebut menjadi capaian istimewa karena hanya diraih oleh 17 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Ini bukti Uniku memperkuat posisinya dalam ekosistem kewirausahaan nasional,” jelas Rektor Anna.
Prestasi lain juga ditorehkan lewat dominasi UKM Marching Band di ajang CIMAFEST 2026, medali emas dan perak di Kejurnas Pencak Silat Indramayu, hingga lolosnya sejumlah tim mahasiswa dalam pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Wirausaha (P2MW) 2026.
Dukungan Penuh Yayasan untuk Generasi UnggulTurut hadir dalam acara tersebut, Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Sang Adipati Kuningan (YPSAK), Drs. Ngatimin, M.Pd. Ia memastikan pihak yayasan akan terus menggenjot kualitas pendidikan agar Uniku tetap menjadi ‘rahim’ bagi lahirnya generasi berkarakter dan melek teknologi.
Senada dengan hal itu, Ketua Pembina YPSAK, Prof. Dr. H. Eeng Ahman, M.S., berpesan agar para lulusan tidak lekas berpuas diri.”Wisuda ini adalah akhir dari masa kuliah, tetapi merupakan awal dari universitas kehidupan yang sesungguhnya. Tetaplah lapar akan ilmu pengetahuan dan jaga terus nama baik Universitas Kuningan,” sebutnya..
Prosesi wisuda yang dibagi ke dalam dua sesi ini berlangsung meriah dan khidmat, dengan suguhan penampilan seni memukau dari UKM Dapur Sastra (Dapsas) dan Rhineka Sunda Uniku. (Nars)



