

KUNINGAN – Proyek pembangunan Jembatan Cijemit dipastikan tetap berjalan meski infrastruktur vital tersebut baru saja porak-poranda akibat terjangan banjir bandang. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, guna meredam kekhawatiran warga terkait nasib kelanjutan akses urat nadi di Kecamatan Ciniru tersebut.
Bupati Dian menyadari betul bahwa hancurnya kerangka besi jembatan yang tengah dibangun sempat memukul harapan warga di tiga desa, yakni Desa Cijemit, Gunungmanik, dan Pinara.
- Dari Hidroponik Hingga Ayam Petelur, BUMDes Karya Mandiri Terus Kembangkan Potensi Desa Peusing
- OJK Cirebon Gerakkan Budaya Menabung Pelajar Ciayumajakuning Sejak Dini
- Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Langkah Pemkab Kuningan Kebut Perbaikan Jalan Prioritas
- Panaskan Mesin Partai di Dapil 2 Kuningan, Neneng Hermawati Gelar Konsolidasi bersama 8 DPAC
- Sembunyi di Bawah Lemari Dapur, Kobra Jawa Sepanjang Satu Meter Dievakuasi Damkar Kuningan
Pasalnya, progres konstruksi di lapangan sebenarnya sudah mencapai tahap penting berupa pemasangan bentangan besi baja dan nyaris masuk tahap pengecoran, sebelum akhirnya disapu bersih oleh luapan ekstrem arus Sungai Cipedak.
Meski dihadapkan pada kondisi force majeure atau bencana alam di luar prediksi, orang nomor satu di Kuningan itu menjamin pemerintah daerah tidak akan membiarkan proyek tersebut mangkrak.
Pihaknya langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk segera melakukan evaluasi dan penyesuaian agar pengerjaan bisa dilanjutkan sesegera mungkin.
Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) saat ini tengah berkoordinasi intensif dengan pihak pelaksana proyek. Langkah taktis yang diambil meliputi kalkulasi ulang kerugian material, perbaikan struktur yang rusak, hingga penerapan mitigasi teknis agar fondasi dan bentangan jembatan yang baru nantinya lebih tahan terhadap ancaman debit air sungai yang fluktuatif.
Selama masa pemulihan proyek berlangsung, arus mobilitas warga, roda perekonomian, hingga akses pendidikan dari dan menuju tiga desa tersebut akan tetap diarahkan melalui jalur alternatif memutar via Dusun Sukasari. Mengingat medan jalur alternatif yang cukup sempit, masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan saling bersabar.
Bupati Dian juga meminta masyarakat untuk memaklumi situasi tanggap darurat ini sebagai murni musibah faktor alam. Ia memastikan bahwa komitmen Pemkab Kuningan untuk menuntaskan Jembatan Cijemit tidak surut, seraya meminta doa dari seluruh elemen masyarakat agar kondisi cuaca kembali bersahabat sehingga target penyambungan jembatan dapat terealisasi tanpa hambatan berarti. (Nars)



