Bencana Insiden Kuningan Pemerintahan

BPBD Kuningan Luruskan Video Viral Jembatan Cijemit: Konstruksi Utama Aman, Kuningan Dikepung 10 Titik Bencana

KUNINGAN – Beredarnya video viral yang menarasikan ambruknya proyek Jembatan Cijemit akibat terjangan banjir bandang Sungai Cipedak pada Sabtu (28/3/2026) sore, mendapat respons cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, meluruskan bahwa insiden tersebut bukanlah kegagalan konstruksi pada bangunan baru, melainkan jatuhnya material besi gelagar akibat pilar tengah jembatan lama yang diterjang derasnya arus.

Pria yang akrab disapa IBE ini menegaskan, berdasarkan hasil koordinasi langsung dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), struktur utama sayap kiri dan kanan jembatan yang sedang dalam proses perbaikan dipastikan dalam kondisi aman dan tidak terdampak.

“Narasi yang menyebutkan jembatan belum selesai dibangun lalu ambruk atau rusak lagi itu kurang tepat. Jembatan ini posisinya memang sedang dalam perbaikan karena sebelumnya sudah ambruk. Yang jatuh terbawa arus adalah bagian besi seberat lebih dari 15 ton yang sedang dirangkai,” ungkap Indra.

Indra menjelaskan, material baja penopang tersebut untuk sementara diletakkan di atas pilar tengah jembatan lama—yang desainnya memang akan dibongkar belakangan. Langkah ini diambil karena cuaca musim hujan dan arus yang kerap deras tidak memungkinkan pekerja untuk membangun tiang penyangga darurat (steger) baru.

Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan

Nahas, tingginya curah hujan pada Sabtu sore memicu peningkatan arus sungai yang luar biasa deras dengan ketinggian muka air naik signifikan. Kuatnya terjangan arus tersebut menghantam pilar tengah hingga miring, yang pada akhirnya menggeser dan menjatuhkan material baja ke dasar sungai.

“Kejadian ini murni karena faktor alam dan derasnya arus sungai, yang sayangnya memang akan sedikit menghambat proses percepatan rekonstruksi jembatan yang sebenarnya sudah mendekati tahap akhir,” jelas Indra.

Keterangan BPBD ini sejalan dengan pernyataan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Kuningan, Teddy Sukmajayadi. Ia memastikan progres fisik perbaikan jembatan yang telah mencapai 50 persen tetap kokoh.

Abutment sisi selatan, selimut beton abutment utara, serta TPT sayap utara hilir tidak mengalami kerusakan meski dihadapkan pada terjangan air yang secara vertikal ditaksir mencapai 7 hingga 8 meter di area jembatan.

“Besok kami akan mulai merencanakan proses evakuasi material besi WF tersebut. Kami mohon doanya agar perbaikan ini tidak menemui kendala berarti ke depannya,” tambah Teddy.

Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK

10 Titik Bencana Melanda Kuningan

Lebih lanjut, Indra Bayu Permana mengungkapkan bahwa insiden di Jembatan Cijemit hanyalah salah satu dari rentetan bencana yang mengepung Kabupaten Kuningan pada Sabtu sore. Pihak BPBD menerima laporan sekitar 10 titik kebencanaan akibat cuaca ekstrem di waktu yang bersamaan.

“Tadi kami sudah melakukan penanganan pohon tumbang di Cigugur dengan mengerahkan tim gabungan bersama Damkar. Pohon tumbang juga terjadi di lingkar Bayuning, lingkar Kadugede (STIKES), serta di Desa Kasturi dan Desa Cilowa,” urai Indra.

Selain pohon tumbang, BPBD juga mencatat insiden tanah longsor di Cisukadana (Kadugede), Dusun Cipipisan (Desa Cundagaan), dan Desa Karangsari (Kecamatan Darma). Tingginya intensitas hujan turut memicu luapan air yang merendam permukiman di pinggir Sungai Cisanggarung, Dusun Kliwon, Desa Kadugede, serta beberapa titik di wilayah Karanganyar, Kecamatan Darma.

Menyikapi rentetan bencana ini, BPBD Kuningan akan segera menerjunkan tim penuh pada esok hari untuk melakukan asesmen secara menyeluruh di lokasi-lokasi terdampak.

Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban

Langkah ini diambil guna menentukan penanganan lanjutan bersama dinas-dinas teknis terkait, sembari terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.

× Advertisement
× Advertisement